Puisi: Daging (Karya Gus tf) Daging Angkasa luas inilah yang menggelembungkan balon di kepalaku. Bongkahan planet melayang, seperti gumpalan dada yang mengeran…
Puisi: Daging Akar (Karya Gus tf) Daging Akar akhirnya, siapa kausebut kini: Si serat dingin ataukah daging yang terjanji? Seperti takdir, sosoknya rebah membuntuti.…
Puisi: Gagak Putih (Karya Gus tf) Gagak Putih Jangan terlalu percaya pada mata. Mungkin materi yang membentuk realitas ini cuma gelombang suara. Dengarlah. Seseorang …
Puisi: Sepuluh Dialog Tubuh (Karya Gus tf) Sepuluh Dialog Tubuh 1 "Tak ada yang salah pada lupa." "Daging mengucap pada dirinya." 2 "Kaugali-gal…
Puisi: Negara Waktu (Karya Gus tf) Negara Waktu kau pun lalu berkata, "Hanya ketika waktu tak ada, kau boleh bilang keabadian engkau yang punya." Tapi inil…
Puisi: Bukan Bagian (Karya Gus tf) Bukan Bagian Suatu ketika – entah bila – aku bukan bagian dari alam raya. Tentang apakah manusia, tentang apakah dunia, bagiku semua …
Puisi: Arkeolog (Karya Gus tf) Arkeolog masa lalu, engkau menggali — dalam diri, mimpi tersembunyi. Mimpi? Kautahan gumpal, gaung bawah sadar. Ia pilih: jalan me…
Puisi: Tiga Kata Suci (Karya Gus tf) Tiga Kata Suci aku kini tahu, kenapa "menguap" kata sucimu. Bila kaubiar getir mendidih, meletup hilang si gugu sedih. ak…
Puisi: Darwinis (Karya Gus tf) Darwinis Dalam usia cuma seletup, kau berpikir tentang mengubah. Sebulir air, berapa lamakah menetesi karang sampai menjelma sebuah…
Puisi: Sajak (Karya Gus tf) Sajak (1) Kau tentu kenal kerumun itu, gumpal kata kosong dalam benakku. Sesekali bagai ruang, tapi lebih sering hanya geronggang. …
Puisi: Kutukan Itu (Karya Gus tf) Kutukan Itu dan bebas. Kukatakan takdirku: Mencari. Akhirnya datang kutukan itu. Kebebasan. Adakah yang dapat engkau temukan? Tak…
Puisi: Air Mara (Karya Gus tf) Air Mara Laut, bagimu, tak mungkin lagi cuma gelombang. Air mara, ingatan melejang, bibir gemetar ke pasi kata. Ah, peri mungil, aku cu…