Puisi: Menonton Teater Hujan (Karya I Nyoman Wirata) Menonton Teater Hujan Menonton teater hujan Seekor burung entah bernama apa Suaranya seperti mengetuk pintu Tahu yang tersedia adalah sesa…
Puisi: Langit Jatuh Cinta (Karya I Nyoman Wirata) Langit Jatuh Cinta Pagi ini tak ada hujan Langit jatuh cinta Lewat hujan mengirim surat ke alamat kekasihnya Bernama bumi D…
Puisi: Aku Memungut Bendera dan Air Mata Seekor Elang (Karya I Nyoman Wirata) Aku Memungut Bendera dan Air Mata Seekor Elang Pagi ini aku memungut airmata seekor elang Kukira kesedihan Sebab luka menganga Tapi tak b…
Puisi: Refleksi di Sore Hari (Karya I Nyoman Wirata) Refleksi di Sore Hari Langit jatuh cinta Lewat hujan mengirim surat ke alamat kekasihnya Bernama bumi Dan hari ini Hasratnya berupa ca…
Puisi: Membaca Kitab Berwujud Pohon (Karya I Nyoman Wirata) Membaca Kitab Berwujud Pohon Ketika kubaca Denpasar Seekor burung urban menyalamiku Ini malam puncak perayaan Bulan bulat di puncak…
Puisi: Destinasi Pagi (Karya I Nyoman Wirata) Destinasi Pagi Pagi adalah warna kuning Siang belum juga terang Kekuasaan berangkat mencari pembunuhnya sendiri Menunggu pejuang lahir Dar…
Puisi: Aku Ingin Jadi Sapi (Karya I Nyoman Wirata) Aku Ingin Jadi Sapi Aku ini si gembala sapi Kuberpuisi oleo leo leo Bila hari sudah petang sapi pulang ke kandang Kandangnya di dalam dir…
Puisi: Nonton Hujan (Karya I Nyoman Wirata) Nonton Hujan Garis gerimis Waktu menuakan daun di pohonmu Hutan sempit di belakang rumah Kuil dan altar sujud menunggu, luruhnya daun jatuhn…
Puisi: Aku Memungut Mata (Karya I Nyoman Wirata) Aku Memungut Mata Aku memungut mata Di sebuah bale banjar Mata hasrat Membangun dari dasar Hingga ke puncak atap Dengan rasa masa l…
Puisi: Kisah Pemulung (Karya I Nyoman Wirata) Kisah Pemulung Aku memungut Setelah lelah meminang Sesudah payah mendulang Di pasar pasar kota di pusat pusat riuh Ayatmu mengulang u…
Puisi: Mimpi Liar (Karya I Nyoman Wirata) Mimpi Liar Mimpi liar membuat gelisah takut pada bayang-bayang Singa atau nagakah kau yang muncul dari jendela Dalam kalender selalu ada ber…
Puisi: Janji Hujan, Sebuah Monolog (Karya I Nyoman Wirata) Janji Hujan, Sebuah Monolog Setelah jam 12 kau berjanji datang Dan engkau tak ingkar janji Jangan bawa pedang Sebab kerinduanku wujud t…