Puisi: Aku Adalah Kehidupan, Kekasihku (Karya Jalaluddin Rumi) Aku Adalah Kehidupan, Kekasihku Apa yang dapat aku lakukan, wahai umat Muslim? Aku tidak mengetahui diriku sendiri. Aku bukan Kristen, bukan Yahudi, …
Puisi: Jalan Tasawuf (Karya Jalaluddin Rumi) Jalan Tasawuf Sumbatlah telinga nafsumu, yang bagai kapas menutupi kesadaranmu dan membuat tuli telinga batinmu. Jadilah dirimu tanpa telinga, tanpa …
Puisi: Karena Cinta (Karya Jalaluddin Rumi) Karena Cinta Karena cinta, duri menjadi mawar Karena cinta, cuka menjelma anggur segar Karena cinta, keuntungan menjadi mahkota penawar Karena cinta,…
Puisi: Roti Mesir (Karya Jalaluddin Rumi) Roti Mesir Puisiku seperti roti Mesir– Jika tak habis disantap dalam semalam, ia akan basi Ambillah sebagian dari puisiku selama ia masih segar Sebel…
Puisi: Pendakian Ruhani (Karya Jalaluddin Rumi) Pendakian Ruhani Apabila engkau ikut serta dalam barisan mereka yang mengadakan Pendakian, ketiadaan akan membawamu ke atas bagaikan Buraq. Itu bukan…
Puisi: Hati Bersih Melihat Tuhan (Karya Jalaluddin Rumi) Hati Bersih Melihat Tuhan Setiap orang melihat Yang Tak Terlihat dalam persemayaman hatinya. Dan penglihatan itu bergantung pada seberapakah ia mengg…
Puisi: Iman dan Amal (Karya Jalaluddin Rumi) Iman dan Amal Tuhan telah memasang tangga di hadapan kita: kita harus mendakinya, setahap demi setahap. Engkau memiliki kaki: mengapa dibiarkan lumpu…
Puisi: Yang Tercinta (Karya Jalaluddin Rumi) Yang Tercinta Ada sebuah tempat di mana kata-kata menjadi sunyi di mana bisikan-bisikan hati muncul dan tak tertabiri Ada sebuah tempat di mana suara…
Puisi: Abadinya Kehidupan (Karya Jalaluddin Rumi) Abadinya Kehidupan Seluruh kemampuan manusia tidaklah permanen: seluruhnya akan musnah pada hari Kebangkitan. Namun cahaya kesadaran dan seluruh ruh …
Puisi: Tanpa Cinta, Segalanya Tak Bernilai (Karya Jalaluddin Rumi) Tanpa Cinta, Segalanya Tak Bernilai Jika engkau bukan seorang pencinta, maka jangan pandang hidupmu adalah hidup Sebab tanpa Cinta, segala perbuatan …
Puisi: Menyatu dalam Cinta (Karya Jalaluddin Rumi) Menyatu dalam Cinta Berpisah dari Layla, Majnun jatuh sakit. Badan semakin lemah, sementara suhu badan semakin tinggi. Para tabib menyarankan bedah, …
Puisi: Cinta, Lautan Tak Bertepi (Karya Jalaluddin Rumi) Cinta: Lautan Tak Bertepi Cinta adalah lautan tak bertepi, langit hanyalah serpihan buih belaka. Ketahuilah langit berputar karena gelombang Cinta: a…
Puisi: Sebuah Tidur dan Sebuah Kealpaan (Karya Jalaluddin Rumi) Sebuah Tidur dan Sebuah Kealpaan Seseorang yang telah bertahun-tahun hidup di suatu kota, segera setelah ia tertidur. Melihat kota lain yang penuh …