Puisi Mei

Puisi: Antara Mei-Agustus (Karya Diah Hadaning)

Antara Mei-Agustus Kursi telah tumbang  ditandai api dan erang berhala telah hancur ditandai telah mengucur orang-orang masih bingung …

Puisi: Solo dalam Mei (Karya Abdul Wachid B. S.)

Solo dalam Mei di persimpangan gadis menggemerincingkan gelang kaki nasib lampu-lampu redup pada geliat pin…

Puisi: Rindu yang Dingin di Bulan Mei (Karya Alizar Tanjung)

Rindu yang Dingin di Bulan Mei di suatu siang yang panas di bulan mei batu-batu berbicara kepada aspal, aspal berbicara kepada angi…

Puisi: Satu Mei di Gunung (Karya Agam Wispi)

Satu Mei di Gunung kecil motor ini dicengkam gunung nganga jurang, tapi kutahu pulang dan pergi ada yang menunggu pesta tugas suara gong jabat-salam …

Puisi: Mei (Karya Joko Pinurbo)

Mei : Jakarta, 1998 Tubuhmu yang cantik, Mei telah kaupersembahkan kepada api. Kau pamit mandi sore itu. …

Puisi: Dongeng Bulan Mei - Februari (Karya Doel CP Allisah)

Dongeng Bulan Mei - Februari (2) Setelah aku pergi, kau masih punya catatan-catatan Yang meriwayatkan gebalau ka…

Puisi: Pasar Minggu, Mei 1998 (Karya Rayani Sriwidodo)

Pasar Minggu, Mei 1998 Lewat jendela kamar kulihat Pasar Minggu limbung tercekik asap membubung Aku baru keluar dari BNI jalanan mirip tali nilon, te…

Puisi: Sajak Bulan Mei 1998 di Indonesia (Karya W.S. Rendra)

Sajak Bulan Mei 1998 di Indonesia Aku tulis sajak ini di bulan gelap raja-raja. Bangkai-bangkai tergeletak lengket di aspal jalan. …

Puisi: Suamiku Tragedi Mei (Karya Kinanthi Anggraini)

Suamiku Tragedi Mei Berhamburan ringan bagai kapas putih lugu kesana kemari bermain boneka berbaju ungu be…

Puisi: Dekat Pagi di Jendela, Bulan Mei (Karya Ragil Suwarna Pragolapati)

Dekat Pagi di Jendela, Bulan Mei Apakah yang kuimpikan kiranya sepanjang resah tidurmu dinihari? Dingin subuh, kelam, bayang cemas yang memburu, meny…
© Sepenuhnya. All rights reserved.