Puisi Mei

Puisi: Mei (Karya Arif Bagus Prasetyo)

Mei Cinta, sajak siapakah yang gemuruh dalam riuh jemariku yang jauh Melepas deru beribu-ribu kereta hujan? Sajak siapakah yang luruh dalam…

Puisi: Hujan Bulan Mei (Karya Alex R. Nainggolan)

Hujan Bulan Mei akhirnya hujan luruh juga di jalan kerumunan orang melingkar dalam nasib kota langit gelap namun lelah tak lagi m…

Puisi: Harum Kembang Bulan Mei (Karya Doel CP Allisah)

Harum Kembang Bulan Mei (catatan bagi doel dan tia) Dua puluh tahun rentang usia apa yang kita jejaki sejauh …

Puisi: Jakarta, Menjelang 21 Mei 1998 (Karya Rayani Sriwidodo)

Jakarta, Menjelang 21 Mei 1998 Bahwa perempuan objek seks telah dipertontonkan di puncak kerusuhan tiga belas Mei itu Seorang ibu yang tadi pagi memb…

Puisi: Di Bulan Mei (Karya Hendro Siswanggono)

Di Bulan Mei Di bulan Mei yang dingin dan cerah Arloji berputar-putar tenang Menyelinap dilipat-lipat Berulang-ulang bagai foto keluarga di ruang tam…

Puisi: 12 Mei 1998 (Karya Taufiq Ismail)

12 Mei 1998 (Mengenang Elang Mulya, Hery Hertanto, Hendriawan Lesmana dan Hafidhin Royan) Empat syuhada berangkat pada suatu malam,     gerimi…

Puisi: Kidung di Purnama Mei (Karya Diah Hadaning)

Kidung di Purnama Mei Bagi Sang Guru Nurani Tiada bunga-bunga ungu wistarias di hamparan telaga itu, Romo …

Puisi: Mei 1966 (Karya Rita Oetoro)

Mei 1966 — nyonya, bayi apa     yang nyonya rindukan? — seorang gadis kecil — dan     dokter tertawa     karena gagasan Freud     tidak tepat kali in…

Puisi: Surat pada Mei (Karya Rini Intama)

Surat pada Mei ketika bertanya pada Mei, purnama menungguku di tengah bulan yang tertebas, lantas menangis kau palingkan wajah dan sudut mata mengerl…

Puisi: Bayi Lahir Bulan Mei 1998 (Karya Taufiq Ismail)

Bayi Lahir Bulan Mei 1998 Dengarkan itu ada bayi mengea di rumah tetangga Suaranya keras, menangis berhiba‐hiba Begitu lahir ditating tan…

Puisi: Antara Mei-Agustus (Karya Diah Hadaning)

Antara Mei-Agustus Kursi telah tumbang  ditandai api dan erang berhala telah hancur ditandai telah mengucur orang-orang masih bingung …

Puisi: Rindu yang Dingin di Bulan Mei (Karya Alizar Tanjung)

Rindu yang Dingin di Bulan Mei di suatu siang yang panas di bulan mei batu-batu berbicara kepada aspal, aspal berbicara kepada angi…

Puisi: Satu Mei di Gunung (Karya Agam Wispi)

Satu Mei di Gunung kecil motor ini dicengkam gunung nganga jurang, tapi kutahu pulang dan pergi ada yang menunggu pesta tugas suara gong jabat-salam …
© Sepenuhnya. All rights reserved.