Puisi Menunggu

Puisi: Engkau pun Menunggu (Karya Gunoto Saparie)

Engkau pun Menunggu engkau pun menunggu di ujung malam sebelum kereta api sampai di stasiun sebelum lagu sedih makin terdengar rawan sebelum lampu-la…

Puisi: Menunggu Gerimis Reda (Karya Gunoto Saparie)

Menunggu Gerimis Reda ketika angin malam mendesir ranting dan dedaunan pun gemetar kaukah menunggu gerimis reda ? detik arlojimu cemas tak b…

Puisi: Alun-Alun Asal Kelakon (Karya Sam Haidy)

Alun-Alun  (Asal Kelakon) Dua pergumulan singkat Dan aku pun terjerat! Di batik kepalamu aku tersungkur Di pelik pesonamu aku terbujur. …

Puisi: Tak Mengapa dengan Mimpi (Karya A. Munandar)

Tak Mengapa dengan Mimpi Tak bernyawa suara ini Tak bertali kenangan itu Dari di mana aku mencari Sampai ke mana aku menunggu. …

Puisi: Barangkali Diam Adalah yang Paling Baik (Karya Bakdi Soemanto)

Barangkali Diam Adalah yang Paling Baik Barangkali diam adalah yang paling baik Diam dan menyaksikan semuanya. Diam. Selama ti…

Puisi: Taman Argasoka (Karya Fitri Yani)

Taman Argasoka : hari-hari penantian Sita menunggumu di taman ini aku seperti bunga yang bertahan sendiri di setiap musim tapi mengapa, b…

Puisi: Berapa Kali Kita Kehilangan dalam Menanti (Karya Beni Setia)

Berapa Kali Kita Kehilangan dalam Menanti Berapa kali kita kehilangan dalam menanti jam berdetik, angin menghembus dan debu menyerbu jendela…

Puisi: Senja di Citayam (Karya Asep S. Sambodja)

Senja di Citayam perjalanan semakin terasa jauh saat tubuh kian rapuh apa sebaiknya menunggu? tidak, tidak, menunggu adalah pekerjaan paling tolol ya…

Puisi: Malam Minggu (Karya Joko Pinurbo)

Malam Minggu Malam minggu, malam para jomblo, malam para penunggu. Pengembara muda duduk gelisah di ber…

Puisi: Menunggu Ramadhan (Karya Lasinta Ari Nendra Wibawa)

Menunggu Ramadhan Kutunggu hadirmu serupa lelaki yang lama menunggu kekasihnya di stasiun kota. Di tengah gegap…

Puisi: Sampai Kapan? (Karya A. Munandar)

Sampai Kapan? Sampai kapan kau akan menunggu? Bertahan dengan doa, dengan senyuman pilu. Karena siapa tahu dia juga sedang menunggu. Jadi sa…

Puisi: Kita Tidak Sedang Menunggu (Karya Beni Setia)

Kita Tidak Sedang Menunggu Kita tidak sedang menunggu. Lepas dari kefanaan dan meluncur masuk keabadian. Mesk…

Puisi: Menunggu (Karya Avianti Armand)

Menunggu Dari balik tikungan muncul tiranosaurus "Tahukah kamu jalan menuju museum ?" "Ya. Ya. Ya." Anak itu men…

Puisi: Serenada Hijau (Karya W.S. Rendra)

Serenada Hijau Kupacu kudaku. Kupacu kudaku menujumu. Bila bulan menegurkan salam dan syahdu malam bergantung di dahan-dahan. …
© Sepenuhnya. All rights reserved.