Puisi: Zikir Bunga (Karya Dimas Indiana Senja) Zikir Bunga Seusai sembahyang embun Aku bersujud di atas rerumputan-Mu Hujan datang mengusap mukaku Dan k…
Puisi: Sembahyang Malam (Karya Ajip Rosidi) Sembahyang Malam Alam semesta Hening menggenang Air mata yang deras mengalir bersumber pada kalbu-Mu. Sumber: Sajak-Sajak Anak Ma…
Puisi: Kucari Musik (Karya Ajip Rosidi) Kucari Musik Kucari musik Yang brisik Yang berontak Memberangsang Kucari musik Yang sejuk Yang mengalun Tenteram Kuc…
Puisi: Qasidah Larut Malam (Karya Tjahjono Widarmanto) Qasidah Larut Malam (1) wirid ini tak juga selesai-selesai sedang malam kian berlari menuju batas gigil menorehkan sunyi melata di segenap ur…
Puisi: Ibu (Karya Mustofa Bisri) Ibu Kaulah gua teduh tempatku bertapa bersamamu Sekian lama Kaulah kawah dari mana aku meluncur dengan perkasa Kaulah bumi yang te…
Puisi: Ingat Aku dalam Doamu (Karya Ajip Rosidi) Ingat Aku dalam Doamu Ingat aku dalam doamu: di depan makam Ibrahim akan dikabulkan Yang Maha Rahim Hidupku di dunia ini, di alam a…
Puisi: Ephesus (Karya Goenawan Mohamad) Ephesus di rumah Maria Dalam kesederhanaan-Mu. tamu itu menangis Air suci di mulutnya tumpah: "Ibu, aku bukan penz…
Puisi: Mengetuk Pintu-Mu (Karya M. Poppy Hutagalung) Mengetuk Pintu-Mu mengetuk pintu-Mu demi waktu yang kian pendek adakah Engkau berdiri di sana menungguku dengan persediaan sejumlah tanya? mengetuk p…
Puisi: Ketika Hati Dipenuhi Cinta (Karya Remy Sylado) Ketika Hati Dipenuhi Cinta Ketika hati dipenuhi cinta dalam syair ada indah kata. Dalam syair ada indah k…
Puisi: Doa (Karya Medy Loekito) Doa Bukit-bukit di hatiku Ditumbuhi semak-semak berduri Tak lagi bertunas Tak lagi berbunga Tuhan, ulurka…
Puisi: Doa (Karya Aldian Aripin) Doa Tuhan, Kutuklah aku. Karena akulah Sendiri yang menjemba buah Yang terlarang dalam surga Bagai Adam, Campakkanlah aku…
Puisi: Hari Tuaku (Karya Ajip Rosidi) Hari Tuaku Pabila hari tuaku tiba, kelak suatu masa Kacamata tebal atas hidung, bersenandung Menembangkan lelakon lama. Lalu tersenyum Me…
Puisi: Tentang Maut (Karya Ajip Rosidi) Tentang Maut (1) Kulihat manusia lahir, hidup, lalu mati Menerima atau menolak, tak peduli Dengan tangan dingin namun pasti Sang Maut datang…
Puisi: Rasa Bersyukur (Karya Nanang Suryadi) Rasa Bersyukur Tuhan, bibirku yang gemetar menyebut-Mu ucapkan syukur tiada habis-habisnya terlimpah kenikmatan kukecap…
Puisi: Di Stasiun Kereta (Karya Remy Sylado) Di Stasiun Kereta Di semua stasiun kereta aku sudah duduk menunggu dan berharap setiap perjalanan mesti berakhir dengan perhentian Kup…