Puisi Slamet Sukirnanto

Puisi: In Memoriam Qarun (Karya Slamet Sukirnanto)

In Memoriam Qarun Qarun seorang konglomerat di masa Mesir purba Qarun celaka karena riya bergelimang harta Tetapi tidak terjadi di zaman kita…

Puisi: Kemarau (Karya Slamet Sukirnanto)

Kemarau Bukit kehilangan rimbun Cakap kehilangan santun Bumi keras; hatimu padas Bersama mengaum: lepas ... 1975 Sumber: Luka Bung…

Puisi: Siak (Karya Slamet Sukirnanto)

Siak Kayuh sampan-sampan mimpi Ke dalam ceruk luka Menggores tepi Pekanbaru, Maret 1998 Sumber: Gergaji (2001) Analisis Puisi: Tema utam…

Puisi: Merah Putih (Karya Slamet Sukirnanto)

Merah Putih Merah putih di angkasa Dijaga mentari Dijaga udara Dijaga bunga Dijaga mereka Yang hatinya bersih! Kita membangun sejar…

Puisi: Gunung Menado Tua (Karya Slamet Sukirnanto)

Gunung Menado Tua Di kejauhan. Bukit hitam Temaram kabut senja Meruncing - puncaknya ke Sorga! Di balik awan menebal angkasa Menyi…

Puisi: Pelabuhan Merak (Karya Slamet Sukirnanto)

Pelabuhan Merak Pelabuhan Merak dalam lekuk landai Kerangka masa lalu terserak berai Ketika peluit penghabisan bertolak Sepi yang mencekam…

Puisi: Mahgrib Pun Sampai (Karya Slamet Sukirnanto)

Mahgrib Pun Sampai Mahgrib pun sampai. Di luar jendela Senja terbata-bata Sebelum ayat-ayat terakhir Sebelum sujud usai. Tuhan. Aku se…

Puisi: Kidung Akhir Tahun (Karya Slamet Sukirnanto)

Kidung Akhir Tahun Seorang tua jalan sendiri Meninggalkan gerbang duniawi Tak ada yang lain, kecuali pergi Lewat jalan akhir dan sunyi! …

Puisi: Perempuan (Karya Slamet Sukirnanto)

Perempuan Bagaikan sungai Ketika sampan menyusuri Gaib mimpi - Menderas ke hilir Menembus kabut Menggapai lemah Dunia lain - Hanyut dalam senandungm…

Puisi: Langit Malam (Karya Slamet Sukirnanto)

Langit Malam Langit malam Langit malammu juga Tanpa kata-kata Membawa bebannya. 1970 Sumber: Catatan Suasana (1982) Analisis Puisi …

Puisi: Catatan di Tepi Danau (Karya Slamet Sukirnanto)

Catatan di Tepi Danau Bunga tak menyesali langit Kalau musim tidur di atas bukit Batu tak menyesali cuaca Kalau hujan singgah di relung mega Yang ada…

Puisi: Rumah (Karya Slamet Sukirnanto)

Rumah Rumahmu adalah surgamu. Bagaimanapun buruknya gubug-gubug tua atau tenda plastik. Yang engkau bangun di bawah jembatan, di e…

Puisi: Pedati Tua (Karya Slamet Sukirnanto)

Pedati Tua Pedati tua Jalanmu terseok Beban berat dan sarat Meskipun engkau yakin Jalanmu ke depan. Tetapi engkau tanpa tahu…
© Sepenuhnya. All rights reserved.