Puisi: Jembatan (Karya Sutardji Calzoum Bachri) Jembatan Sedalam-dalam sajak takkan mampu menampung airmata bangsa. Kata-kata telah lama terperangkap dalam basa-basi dalam ewuh pekewuh dalam isyara…
Puisi: Cari (Karya Sutardji Calzoum Bachri) Cari sisa-sisa api sampiran pecah tanah perih bebatuan sedan abu dan ratap pasir ludah saat puing-puing diri koyak moyak bangunan menyatu dalam legam…
Puisi: Puake (Karya Sutardji Calzoum Bachri) Puake puan jadi celah celah jadi sungai sungai jadi muare muare jadi perahu perahu jadi buaye buaye jadi puake …
Puisi: Tanah Air Mata (Karya Sutardji Calzoum Bachri) Tanah Air Mata tanah air mata tanah tumpah dukaku mata air airmata kami airmata tanah air kami di sinilah kami berdiri menyanyikan airmata kami di ba…
Puisi: Atau (Karya Sutardji Calzoum Bachri) Atau atau gemuruh melayap malam atau ingin menyampai atau diam atau atau pisau atau nerkam atau mau diam atau atau tanah atau resah atau pinggir atau…
Puisi: Sayang (Karya Sutardji Calzoum Bachri) Sayang (untuk Ginsberg) diamlah sayang biarkan aku dekat padamu diamlah sa…
Puisi: Tak (Karya Sutardji Calzoum Bachri) Tak guruh takada kilat tak teriak takada panggil tak bisik takada himbau tak cakap takada kata tak…
Puisi: Hyang Tak Jadi (Karya Sutardji Calzoum Bachri) Hyang Tak Jadi senyap dalam sungai tenggelam dalam mimpi lembab dalam renyai lebam dalam sepi sayap dalam gapai langit dalam cari resap dalam duhai r…
Puisi: Kubur (Karya Sutardji Calzoum Bachri) Kubur di lapangan berlayar kubur kubur kau dengar denyarnya membawa pelabuhan pergi di luar kubur orang orang tanpa…
Puisi: Pil (Karya Sutardji Calzoum Bachri) Pil memang pil seperti pil macam pil walau pil hanya pil hampir pil sekedar pil ya toh pil meski pil tapi tak pil apalah pil pil pil pil mengapa gigi…
Puisi: Tengah Malam Babi (Karya Sutardji Calzoum Bachri) Tengah Malam Babi duabelas malam jam duabelas angin jam duabelas sungai jam duabelas riam jam duabelas hunjam jam duabelas rahang jam duabelas mukul …