Puisi Syarifuddin Aliza

Puisi: Inilah Aceh (Karya Syarifuddin Aliza)

Inilah Aceh Inilah Aceh negeri primer konstante yang sarat dengan janji dan ketidakpuasan memunculkan ungkapan “alah mak e” Inilah Aceh…

Puisi: Di Jalan Penuh Gelagat (Karya Syarifuddin Aliza)

Di Jalan Penuh Gelagat Orang-orang yang lalu-lalang di sini hanya meninggalkan dosa-dosa dan benih cinta pura-pura. Banda Aceh,  1988 Anali…

Puisi: Entalpi (Karya Syarifuddin Aliza)

Entalpi Aku lihat bayangan wajahku yang memudar di kemilau gaun malammu jangan berikan apa-apa kepadaku bila keterpaksaan yang menunggumu …

Puisi: Bukan Siapa-Siapa (Karya Syarifuddin Aliza)

Bukan Siapa-Siapa Siapa teriak siapa orang-orang kebingungan melihat orang-orang kejar mengejar orang-orang pukul memukul Siapa makan s…

Puisi: Penyair (Karya Syarifuddin Aliza)

Penyair Kemana pergi tetap saja kubawa namaku lalu kuteriakkan duka di bumi yang damai entah siapa rela mendengar di tanah berbunga Aku…

Puisi: Meulaboh (Karya Syarifuddin Aliza)

Meulaboh Kehidupan serasa semakin terasing aku terdampar sepanjang hari sepanjang malam jenuh yang menghimpit diri dan merambah-rambah jant…

Puisi: Kepada Penyair Tanoh Gayo (Karya Syarifuddin Aliza)

Kepada Penyair Tanoh Gayo Rindu yang aku gantungkan Di ambang pintu kemarin petang Telahkah terhidang dalam cawan tembikar Di atas meja mak…
© Sepenuhnya. All rights reserved.