Puisi Tentang Bukit

Puisi: Bukit-Bukit Kelabu di Batas Cakrawala Itu (Karya Munawar Syamsuddin)

Bukit-Bukit Kelabu di Batas Cakrawala Itu Bukit-bukit kelabu di batas cakrawala itu adakah batas-batas rinduku luluh gelisah, di risau wak…

Puisi: Jalan ke Bukit (Karya Acep Zamzam Noor)

Jalan ke Bukit (1) Jalan ke bukit Pohon-pohon angsana Mentari turun Jalan ke Bukit (2) Lintang pelangi Membelah langit siang Awan berarak Jalan ke Bu…

Puisi: Bukit Cina (Karya Harris Effendi Thahar)

Bukit Cina Tempo hari aku ke sini dan tamu-tamu-Mu Melirik ke pantai padang tak seberapa jauh aku menoleh berkali-kali hari pun penuh kasih pada ke M…

Puisi: Bukit Berkabut (Karya Rini Intama)

Bukit Berkabut Angin yang menghembus seperti musik yang bertempo lambat. Kisah pemetik teh di bukit berkab…

Puisi: Ada Jarak (Karya Piek Ardijanto Soeprijadi)

Ada Jarak Berdiri di pinggang bukit meniti garis alit pertemuan bumi dengan langit sadar ada jarak antara sini dengan sana tapi entah bera…

Puisi: Senja di Bukit Tajur (Karya Slamet Kuntohaditomo)

Senja di Bukit Tajur — untuk Dwiasih Ini kali lengang yang diantarkan senja burung gereja balik ke sarangnya. Dan senja yang hinggap di cabang pohona…

Puisi: Mendaki Bukit Doa (Karya Acep Zamzam Noor)

Mendaki Bukit Doa Cinta adalah palang kayu Yang kupanggul dari lembah Ke puncak bukit. Ada tetesan darah Jejak pengusiran yang terukir S…

Puisi: Di Bukit (Karya Mansur Samin)

Di Bukit berdiri di puncak karang tinggi menutup rumah yang sudah runtuh susunan tambah sukar kiranya kini hidup manusia telah …

Puisi: Jerit Bukit (Karya Fikar W. Eda)

Jerit Bukit Tidakkah kau baca isyarat angin mengucap salam melambai rindu mengantar senyum anak negeri…

Puisi: Jalan ke Bukit Penuh Duri (Karya Raudal Tanjung Banua)

Jalan ke Bukit Penuh Duri (- untuk Afrizal Malna ) Ya, jalan ke bukit sudah berubah dalam langkahku kini; …

Puisi: Bukit (Karya Suripan Sadi Hutomo)

Bukit Bukit tanpa pohonan dan rumputan Bukit gundul tanpa aspal Sebuah danau penuh kurcaci Sebuah kapal ada di laci Satu-satu tetes peluh dari pundak…

Puisi: Bukit Kawin (Karya Ediruslan PE Amanriza)

Bukit Kawin (Catatan harian seorang pemberontak) Pada lekukan tanah antara dua puncak gunung di kaki Bukit Kawin Ada kuburan tak bernama Di sebelahny…
© Sepenuhnya. All rights reserved.