Puisi: Cermin (Karya Dianing Widya Yudhistira) Cermin Memandang langit Hati damai Nikmati zikir bintang-bintang Serta sujud rembulan Mengingat dosa Hati ngungun Sesali keangkuhan Serta kealpaan En…
Puisi: Surat Cinta dari Sangkakala (Karya Acep Syahril) Surat Cinta dari Sangkakala Ya Allah... telah kami terima Surat Cinta-Mu tertanggal hari ini yang dikirim peniup seruling sejati di anta…
Puisi: Dosa Berjamaah (Karya Gunoto Saparie) Dosa Berjamaah dalam dosa berjamaah hati nurani para pemimpin musnah entah terbang melayang ke mana sia-sia republik indonesia merdeka ketika kata-ka…
Puisi: Senyummu, Senyumku, Senyum Siapa? (Karya Zainuddin Tamir Koto) Senyummu, Senyumku, Senyum Siapa? Wahai pelacur-pelacur kelas kambing senyummu, senyumku, senyum siapa? mencibir orang menuding cela apakah kita suda…
Puisi: Nyanyian Seorang Pendosa (Karya Moh. Wan Anwar) Nyanyian Seorang Pendosa Akhirnya kutangkap juga isyarat itu, lengkingan Yang mememarkan jiwaku, menyayat telingaku Kulihat sakit tersenyum sinis di …
Puisi: Rasa Dosa (Karya Subagio Sastrowardoyo) Rasa Dosa Muka putih di jendela Mengikut aku dari subuh Semua kekal Nyawa Jejak membekas di lumpur h…
Puisi: Batu ke Lima Puluh Satu (Karya Taufiq Ismail) Batu ke Lima Puluh Satu Seorang penjahat dan pembunuh lama Sedang berjalan sendirian Di lebuh pasir ini Gamisnya terjela menyapu debu Cambangnya leba…
Puisi: Doa (Karya Taufiq Ismail) Doa Tuhan kami Telah nista kami dalam dosa bersama Bertahun‐tahun membangun kultus ini Dalam pikiran yang ganda Dan menutupi hat…
Puisi: Misa Sepanjang Hari (Karya Dorothea Rosa Herliany) Misa Sepanjang Hari Setelah letih merentang perjalanan, kita sampai di perempatan sejarah. menghitung masa si…
Puisi: Dosa Apa (Karya HR. Bandaharo) Dosa Apa kelam menyungkup alam laksana langit terhempas ke bumi. bintang-bintang pudar bertaburan besi dan besi berlaga, memercikkan api. kelam men…
Puisi: Penebusan (Karya A. Munandar) Penebusan Kisah kita mungkin akan seperti penebusan dosa, untuk kesalahan-kesalahan remaja yang kita lakukan dengan penuh rasa bangga. Sesekali menol…
Puisi: Rayap Dosa (Karya Aspar Paturusi) Rayap Dosa kubawa sajadah baru ke mesjid terasa khusyuk kuletakkan sujud namun dosa-dosa mengelilingiku berapa ribu sujud harus bersimpuh mampu mengg…