Puisi: Menyandarkan Diri ke Pilar (Karya D. Zawawi Imron) Menyandarkan Diri ke Pilar menyandarkan diri ke pilar langit pun menggelegar aku tak paham, mengapa layang-laya…
Puisi: Pantun Pergi Ke Laut (Karya Ajip Rosidi) Pantun Pergi ke Laut Kalau tuan pergi ke laut carikan saya ketam betina udang galah dan tenggiri ikan kerapu di dalam bubu; Kalau tidak k…
Puisi: Sekitar Pasar Kembang (Karya Badjuri Doellah Joesro) Sekitar Pasar Kembang Aku tak bicara tentang angin Dan wangi serta cekikikan malam. Tapi selalu nasib yang berputar Bagai kitiran…
Puisi: Doa (Karya Taufiq Ismail) Doa Tuhan kami Telah nista kami dalam dosa bersama Bertahun‐tahun membangun kultus ini Dalam pikiran yang ganda Dan menutupi hat…
Puisi: Balada Lelaki dari Pulau Muna (Karya Diah Hadaning) Balada Lelaki dari Pulau Muna Lelaki dari telatah timur terus memikir terus berdzikir siratan gelisah dahsyat dalam jiwa saat sadari j…
Puisi: Sajak Hari Demi Hari (Karya Wiji Thukul) Sajak Hari Demi Hari hari demi hari tanggal, gelisahku kisah demi kisah tunggal, gelisahku dosa demi dosa mengental, Tuhanku tak cukup aku hanya deng…
Puisi: Mencari Jawaban (Karya Diah Hadaning) Mencari Jawaban Malam runtuh dalam longsor waktu yang menjebak bincang orang-orang peduli kita bersaksi kelewat lama atas setiap bencana …
Puisi: Senyummu, Senyumku, Senyum Siapa? (Karya Zainuddin Tamir Koto) Senyummu, Senyumku, Senyum Siapa? Wahai pelacur-pelacur kelas kambing senyummu, senyumku, senyum siapa? mencibir orang menuding cela apakah kita suda…
Puisi: Jawaban Kancamara (Karya L.K. Ara) Jawaban Kancamara Di sebuah istana Seorang puteri jelita Bertanya Kepada seorang anak muda Kancamara Coba jawab pertanyaanku ini Apa y…
Puisi: Perempuan Berdosa (Karya Dorothea Rosa Herliany) Perempuan Berdosa Perempuan itu memikul dosa sendirian, seringan jeritannya yang rahasia: berlari di antara sek…
Puisi: Setelah Pengakuan Dosa (Karya W.S. Rendra) Setelah Pengakuan Dosa Telah putih tangan-tangan jiwaku berdebu kau siram air mawar dari lukamu. Burung malam lari dari subuh. Kijang ya…
Puisi: Potret Diri (Karya Ajip Rosidi) Potret Diri Begitu ia melirik arah kota Jakarta cintanya menyanyi sepanjang malam dikandungnya dosa pada mata dendamkan hari berbuahkan warn…
Puisi: Rasa Dosa (Karya Subagio Sastrowardoyo) Rasa Dosa Muka putih di jendela Mengikut aku dari subuh Semua kekal Nyawa Jejak membekas di lumpur h…
Puisi: Pahala dan Dosa (Karya Zeffry J. Alkatiri) Pahala dan Dosa Dizholimi = berpahala Menzholimi = berdosa Menutup aib = berpahala Membuka aib = berdosa Meluaskan silaturahim…