Puisi Tentang Dunia

Puisi: Dunia Tak Begitu Buruk (Karya Ook Nugroho)

Dunia Tak Begitu Buruk Dunia tak begitu buruk dalam sebuah sajak. Tapi kau harus bergulat lebih dulu, merebutnya. Menyudahi sekat-sekat bahasa yang m…

Puisi: Dunia Leluhur (Karya Sitor Situmorang)

Dunia Leluhur Hutan jadi bayang-bayang roh leluhur merasuki tubuh. Kutanam bambu biar hangat kampung h…

Puisi: Ibu, Dunia Kita Jadi Abu! (Karya Yudhistira A.N.M. Massardi)

Ibu, Dunia Kita Jadi Abu! (1) Ibu, dunia kita jadi abu, ada apa, Ibu? Kita dicipta dari debu Kini abu bertuba bertubi Ibu mengiba abu De…

Puisi: Dunia Manusia (Karya Toto ST Radik)

Dunia Manusia Dunia manusia terlalu membosankan. Terlalu daging: mudah busuk dan berulat dengan bau yang enggan hilang Terlalu banyak m…

Puisi: Dunia Sebelum Tidur (Karya Toto Sudarto Bachtiar)

Dunia Sebelum Tidur Kenangan mati bagi yang mati Hormat bagi yang hidup setiakan derita Ulurkan tanganmu Sangkutkan sepatu pada kaki berde…

Puisi: Dunia Kini Tidak Peka (Karya Subagio Sastrowardoyo)

Dunia Kini Tidak Peka Tak ada gunanya bunuh diri memang dunia kini tidak peka Sehari lamanya orang menyayangkan nasibmu dan melemparka…

Puisi: Pada Suatu Saat, di Dunia (Karya Ajip Rosidi)

Pada Suatu Saat, di Dunia mengikuti sebuah sajak R.M. Rilke Di suatu tempat, entah di mana, di dunia seseorang menunggumu, be…

Puisi: Surat kepada Dunia (Karya Ajip Rosidi)

Surat kepada Dunia Kutempuh dengan hati  pedih jalanmu ini. Kukurbankan  ketenteraman masa depanku: kesedihannya menjadi  gai…

Puisi: Sebuah Dunia yang Marah (Karya W.S. Rendra)

Sebuah Dunia yang Marah Setelah dua buah perang dunia senapan bicara dan mesiu di udara. betapakah wajah dunia? setelah segala pidato dan …

Puisi: Ciptakan Dunia Bahagia (Karya H.B. Jassin)

Ciptakan Dunia Bahagia Alangkah rapuh badan manusia Walau seabad hidup di dunia Hanya sedetik di samudra masa, Lebih lama waktu terasa …

Puisi: Nyanyian Duniawi (Karya Dimas Arika Mihardja)

Nyanyian Duniawi Sepanjang jalan kurisalahkan kisah kasih dari ruang maya ke raung benda dengus nafas pergumulan siang malam serupa nafsu kuda…
© Sepenuhnya. All rights reserved.