Puisi Tentang Dunia

Puisi: Dunia Kita, Dunia yang Terbakar Matahari (Karya Aspar Paturusi)

Dunia Kita, Dunia yang Terbakar Matahari jadilah pantai yang teduh menunggu nasib berlabuh tabah menjelma dari angin pasrah sabar mengukir di awan nr…

Puisi: Dunia Baru (Karya Bahrum Rangkuti)

Dunia Baru Dalam kamar Basyir kulihat penuh gambar warna-warni. Merah, kuning dan hijau bersihantam. Muda-mudi menari kelojotan. …

Puisi: Dunia Ini Adakah Sebuah Penjara? (Karya Yunus Mukri Adi)

Dunia Ini Adakah Sebuah Penjara? Dunia ini adakah sebuah penjara Keluh gadis itu dan menggeser kakinya lebih dekat pediangan bara Aku menahan napas t…

Puisi: Hidup di Dunia Hanya Sekali (Karya Sutan Takdir Alisjahbana)

Hidup di Dunia Hanya Sekali Mengapa bermenung mengapa bermurung? Mengapa sangsi mengapa menanti? Menarik men…

Puisi: Taman Dunia (Karya Amir Hamzah)

Taman Dunia Kau masukkan aku kedalam taman-dunia, kekasihku! Kau pimpin jariku, kautunjukkan bunga tertawa; kuntum tersenyum. Kau tundukkan …

Puisi: Ciptakan Dunia Bahagia (Karya H.B. Jassin)

Ciptakan Dunia Bahagia Alangkah rapuh badan manusia Walau seabad hidup di dunia Hanya sedetik di samudra masa, Lebih lama waktu terasa …

Puisi: Pada Suatu Saat, di Dunia (Karya Ajip Rosidi)

Pada Suatu Saat, di Dunia mengikuti sebuah sajak R.M. Rilke Di suatu tempat, entah di mana, di dunia seseorang menunggumu, be…

Puisi: Segala Raja di Dunia (Karya Arifin C. Noer)

Segala Raja di Dunia Segala raja di dunia akan turun tahta tanpa kecuali; apa pula yang bernama tirani Lan…

Puisi: Dunia (Karya Toeti Heraty)

Dunia gelisah terpingit meronta kuda sembrani tertambat pada pita rambut gadis manja memang tak mudah sekaligus menghapus gemilang warna dari doa ter…

Puisi: Duniaku Selebar Daun (Karya Taufiq Ridwan)

Duniaku Selebar Daun Duniaku selebar daun Terangguk-angguk dan sunyi Sendiri di ujung dahan Agak meninggi Ada rumputan dan air kolam Siul burung dan …

Puisi: Dunia Tak Begitu Buruk (Karya Ook Nugroho)

Dunia Tak Begitu Buruk Dunia tak begitu buruk dalam sebuah sajak. Tapi kau harus bergulat lebih dulu, merebutnya. Menyudahi sekat-sekat bahasa yang m…

Puisi: Dunia Leluhur (Karya Sitor Situmorang)

Dunia Leluhur Hutan jadi bayang-bayang roh leluhur merasuki tubuh. Kutanam bambu biar hangat kampung h…

Puisi: Dunia Manusia (Karya Toto ST Radik)

Dunia Manusia Dunia manusia terlalu membosankan. Terlalu daging: mudah busuk dan berulat dengan bau yang enggan hilang Terlalu banyak m…

Puisi: Dunia Sebelum Tidur (Karya Toto Sudarto Bachtiar)

Dunia Sebelum Tidur Kenangan mati bagi yang mati Hormat bagi yang hidup setiakan derita Ulurkan tanganmu Sangkutkan sepatu pada kaki berde…
© Sepenuhnya. All rights reserved.