Puisi Tentang Jiwa

Puisi: Mata Jiwa (Karya Kurnia Effendi)

Mata Jiwa - untuk Tiara Widjanarko dan Andhika Sastra Di bawah tudung langit Kalian ibarat samudera Yang mempertemukan dua kutub Di mata kasih Tuhan …

Puisi: Pohon Jiwa (Karya Zainal Arifin Thoha)

Pohon Jiwa Tiada hanya siang, malam inipun daun-daun Tasbihku berguguran, ngelumpruk berserakan Di pertamanan. Kota makin ramai, para kelelahan Para …

Puisi: Biarkanlah Jiwamu Berlibur Hei Penyair (Karya Wiji Thukul)

Biarkanlah Jiwamu Berlibur  Hei Penyair lupakanlah itu para kritikus sastra! biarkanlah jiwamu berlibur hei penyair segarkanlah paru-paru dengan pema…

Puisi: Tarian Jiwa (Karya Weni Suryandari)

Tarian Jiwa Tak ada pelangi berpendar di mataku Sedang gemuruh ombak penuhi dada Aku hilang tiang, percakapan melayang Layar terkoyak, sampan tenggel…

Puisi: Ampun, Jiwaku! (Karya Kahlil Gibran)

Ampun, Jiwaku! Mengapa menangis, Jiwaku? Kaudapatikah kelemahanku? Air matamu pedih melukai hati, Sebab kesalahan tidak kusadari. Sampai kapan engkau…

Puisi: Mata Tak Menanti (Karya A. Munandar)

Mata Tak Menanti Mata tak menanti pada sisi kata itu. Jiwa tak bertali pada hati mati itu. Tapi hanya tapi maka hanya ma…

Puisi: Jiwa Tiga Gunung (Karya Ahmadun Yosi Herfanda)

Jiwa Tiga Gunung Jiwa tiga gunung mengental di Ciliwung Mengendapkan lumpur di tujuh kanal Dalam bahasa hujan, J.P. Coen berkata, "Akan kutegakk…

Puisi: Dua Jiwa Disatukan Semesta (Karya Wayan Jengki Sunarta)

Dua Jiwa Disatukan Semesta cahaya senja menyepuh pepucuk pohon cempaka bayangmu merekah di ubun-ubunku kau tiba dari tiada …

Puisi: Rizki Jiwa (Karya Mahatmanto)

Rizki Jiwa Ketika aku mulai membujur berbaring di tempat tidur, bisikku: Ya Allah Kuddus berilah aku mimpi yang bagus Dan ketik…

Puisi: Getaran Jiwa (Karya Diah Hadaning)

Getaran Jiwa seperti buana yang tak pernah melipat bentangnya seperti laut yang tak pernah menidurkan ombaknya ia berjalan sepanjang musim …

Puisi: Jiwa (Karya Isma Sawitri)

Jiwa Risau apa yang menggiring langkahku ke jalan setapak ini ke senja yang pucat ini Rindu apa yang barangkali membawaku kembali ke pes…

Puisi: Jiwa yang Karam (Karya Lalik Kongkar)

Jiwa yang Karam Ketika mulut terbius sunyi Langkah kakipun terpatri Sinaran bulan bersembunyi Hiaskan hati menyendiri Bibir terkunci Langkah rindu me…

Puisi: Pada Gamelan Jiwa (Karya Acep Zamzam Noor)

Pada Gamelan Jiwa Pada gamelan jiwa Bermain lagu Getar asmarandana Alangkah sendu Pada gamelan jiwa Mengalun kelu Sunyi semesta Dalam tetabuhan kalbu…

Puisi: Sebab Jiwaku Bernyanyi (Karya Ali Hasjmy)

Sebab Jiwaku Bernyanyi Jika 'tiasa hamba berbeka Menarik nyanyi, memetik kecapi Adalah karena jiwa bercinta Cintakan maju tanahku ini. Hamba menc…
© Sepenuhnya. All rights reserved.