Puisi Tentang Jogja

Puisi: Gerimis Panjang Malam Tua (Karya Munawar Syamsuddin)

Gerimis Panjang Malam Tua Sepanjang Jalan-Jalan Yogya Gerimis panjang malam tua sepanjang jalan-jalan Yogya segalanya hanya basah menyeret k…

Puisi: Surat dari Yogya (Karya Joko Pinurbo)

Surat dari Yogya Syamsul, kekasih kita, tiba-tiba raib entah ke mana. Pada malam terakhir ia terlihat masih tertawa bersama Saut, temannya m…

Puisi: Yogya (Karya Djajanto Supra)

Yogya kuda tersipu dengan mata tertutup setiap kita adalah bertemu beban dan kemerdekaan kuda tersipu dengan mata tertutup setiap ki…

Puisi: Suatu Malam, di Pinggiran Kota Yogya (Karya Suripto Harsah)

Suatu Malam, di Pinggiran Kota Yogya gelisah bumi malam ini sepi datang dari angin itu mengulurkan salam. Ketika itu bunga-bunga pun berjingkat dalam…

Puisi: Yogya, Selamat Malam (Karya Ragil Suwarna Pragolapati)

Yogya, Selamat Malam Dan akhirnya pulang kembali aku, kini Mengetuk pintu, tepat pada jantungmu Sibuk tercengang berpaling-paling sendiri Di tempat-t…

Puisi: Lagu daripada Pasukan Terakhir (Karya Asrul Sani)

Lagu daripada Pasukan Terakhir Pada tapal terakhir sampai ke Jogja bimbang telah datang pada nyala langit t…

Puisi: Janda Penjual Sayur Imogiri-Yogya (Karya Iman Budhi Santosa)

Janda Penjual Sayur Imogiri-Yogya Malam ia sudah merancang tidak kembali mengulang mimpi pada stang bau seledri kabur membawa tubuh di atas sepeda ba…

Puisi: Jogja, Kota Kataku (Karya Dimas Arika Mihardja)

Jogja, Kota Kataku Jogja, kota kataku tiap saat kubaca-baca tempat jiwa mengembara pusara makna dan alamat d…

Puisi: Jogja, Kembali Pulang (Karya Dimas Arika Mihardja)

Jogja, Kembali Pulang ( : teringat sosok Si Mbok ) Pulang kampung orang-orang berselimut sarung langit me…

Puisi: Enam Hari di Yogya (Karya Riyanto)

Enam Hari di Yogya Alhamdulillah Telah kutunaikan segala urusanku di sini Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam Yang telah memberikan cuaca "…

Puisi: Dinding-Dinding Kota Yogya (Karya Linus Suryadi AG)

Dinding-Dinding Kota Yogya (1)      bukan sanak bukan sahaya      bila mati aku, ikut berduka kau menuding aku, aku menuding kau kau dan aku menjadi …

Puisi: Yogyakarta, Suatu Senja (Karya Gunoto Saparie)

Yogyakarta, Suatu Senja andong-andong dan becak-becak  berjalan pelan di senjakala lampu-lampu pun mulai menyala kembali aku ke kotamu mencari jejak …
© Sepenuhnya. All rights reserved.