Puisi: Dua Orang Angkuh (Karya Husni Djamaluddin) Dua Orang Angkuh dua orang angkuh jumpa di satu pesta hingga saat berpisah tidak bertegur sapa tapi mereka saling melirik menakar keangkuhan masing-m…
Puisi: Dua Jalan (Karya Fitri Yani) Dua Jalan kau meninggalkanku di antara dua jalan; sebentang jalan asmara dan sebuah batasan lara para pejalan tahu, tak semua perhentian…
Puisi: Angkuh (Karya Mahdi Idris) Angkuh Kau masih diam, menatap anak-anakmu diguyur hujan sesekali langit bergemuruh mentertawai awan lalu engkau menunjuk ke langit mena…
Puisi: Orang-Orang Angkuh (Karya Diah Hadaning) Orang-Orang Angkuh Dia, dia, dia tak pernah ucap salam mulutnya belati siap tikam tak pernah mengangguk nafasnya aroma pasar induk ske…
Puisi: Kesasar di Dalam Pikiran (Karya H.B. Jassin) Kesasar di Dalam Pikiran Pernah kubaca, manusia angkuh berkata: "Akulah puncak segala yang sudah. Dan me…
Puisi: Kepada Keangkuhan (Karya Diah Hadaning) Kepada Keangkuhan Tak kau dengar, sudah tak kau sapa, sudah tak kau beri, sudah bagaimana mungkin kubilang; ya sudah! Kau rantai lidah j…
Puisi: Anak yang Angkuh (Karya W.S. Rendra) Anak yang Angkuh Betapa dinginnya air sungai. Dinginnya. Dinginnya! Betapa dinginnya daging duka yang membaluti tulang-tulangku. …
Puisi: Di Antara Keangkuhan (Karya Diah Hadaning) Di Antara Keangkuhan Aku anak perempuan Ki Suto Kluthuk berjalan terus berjalan di mana-mana menghadang ke…