Puisi: Aku Ingin Menjadi Batu di Dasar Kali (Karya Kriapur) Aku Ingin Menjadi Batu di Dasar Kali Aku ingin menjadi batu di dasar kali Bebas dari pukulan angin dan keruntuhan Sementara biar oran…
Puisi: Trasimeno (Karya Acep Zamzam Noor) Trasimeno Sebuah danau Hamparan sajadah biru Adalah ketenangan tiada tara: Angin dan kabut, barisan pohon-pohon cemara Bukit-bukit mengg…
Puisi: Tenang (Karya Muhammad Yamin) Tenang Ketika matahari sudahlah hilang Terbenam di pinggir, di tepi dunia Di balik gunung 'alam mulia Gelaplah bumi, gulita menjalang. Gunung Sal…
Puisi: Rumah di Ujung Jalan (Karya Sapardi Djoko Damono) Rumah di Ujung Jalan Ke mana saja kau selama ini? Rasanya tak pernah kukenal yang tak membukakan pintu itu -…
Puisi: Taman Jepang, Honolulu (Karya Sapardi Djoko Damono) Taman Jepang, Honolulu inikah ketenteraman? Sebuah hutan kecil: jalan setapak yang berbelit, matahari yang b…
Puisi: Setenang Buddha (Karya Ahda Imran) Setenang Buddha Setenang Buddha waktu menyusun maut pelan-pelan menaruhnya dalam ruang setengah cahaya setengah bayang Pulang malam ke…
Puisi: Pesan Seorang Ayah kepada Anaknya (Karya Idrus Tintin) Pesan Seorang Ayah kepada Anaknya Anakku! Diam dan tenang adalah pemberian Ribut dan badai tanda kehadiran sesuatu yang baru sesudahnya ad…
Puisi: Tenang dengan-Mu (Karya Nur Kholifah) Tenang dengan-Mu Tek...tek...tek... Malam sunyiku berada Sekelumit cahaya menerangi kegelapan Kegelisahan singgah di dada Enggan menitih keindahan. &…
Puisi: Air Tenang (Karya Samiati Alisjahbana) Air Tenang Tenang, hanya kerut-kerut kecil Terapung daun jatuh mengikut air didorong angin Hinggap perlahan capung atas daun pergi lambat…
Puisi: Aku Akan Melupakanmu dengan Tenang (Karya Iswadi Pratama) Aku Akan Melupakanmu dengan Tenang (1) Aku telah mencintaimu terlalu dalam dan menerima begitu banyak rasa sakit…