Puisi: Di Negeri Amplop (Karya Mustofa Bisri) Di Negeri Amplop Aladin menyembunyikan lampu wasiatnya "malu" Samson tersipu-sipu, rambut keramatny…
Puisi: Bisakah Kita Ganti Arti Demokrasi (Karya Lasinta Ari Nendra Wibawa) Bisakah Kita Ganti Arti Demokrasi Seperti inikah nuansa demokrasi saat partai politik giat memonopoli calon-calon pemimpin yang hendak naik …
Puisi: Tandatanya Hariesok (Karya Remy Sylado) Tandatanya Hariesok Kalau kita ulat Hidup dalam kepompong Menunggu saatnya menjadi kupu-kupu Mari kita biki…
Puisi: Kata Pengantar pada Hukla (Karya Leon Agusta) Kata Pengantar pada Hukla Waktu masih kecil Sampai tamat sekolah menengah Aku sangat suka menyanyi Konon kata orang suaraku ba…
Puisi: Menjadi Presiden (Karya Muhammad Rois Rinaldi) Menjadi Presiden Sudah, aku saja yang menjadi presiden aku juga bisa berpura-pura karena aku lahir dari rahim sandiwara. Aku juga pandai…
Puisi: Maraknya Korupsi di Negeri Ini (Karya Zainol Akbar) Maraknya Korupsi di Negeri Ini maraknya korupsi di negeri ini, seperti angin tak bisa dihalau meraja-lela tanpa ampun merayap dalam sistem merusak im…
Puisi: Papi Mewanti Anak (Karya Remy Sylado) Papi Mewanti Anak Nak, jamannya sudah terbalik masa silam bukan yang terbaik. Tidak usah jadi pemimpin …
Puisi: Sajak Negeri Pemarah (Karya Cucuk Espe) Sajak Negeri Pemarah Ketika semua orang pemberani Jeruji pun menjadi ladang rekreasi Ketika semua orang memaki Harga diri setinggi mata ka…
Puisi: Lebih Baik Mati Muda (Karya Remy Sylado) Lebih Baik Mati Muda Jika usia menua kapan waktu dan aku tak berani menulis puisi dengan jendela yang dibuka…
Puisi: Jas Anti Korupsi (Karya F. Rahardi) Jas Anti Korupsi jas anti korupsi dijahit dan ditambal tepat di detik-detik proldamasi hargan…
Puisi: Ruh Cinta (Karya Aspar Paturusi) Ruh Cinta ada tanah ada air milik kita bulat cinta di atas tanah di atas air tumpah darah sepenuh jiwa ada hianat ada korup lalu derita di rakyat sem…
Puisi: Tentang Rakyat (Karya F. Rahardi) Tentang Rakyat (di balai sidang tatkala ada apel kebulatan tekad) tuhan menciptakan aurat dan syahwat pabrik tekstil menciptak…
Puisi: Semanggi dan Senayan (Karya Sobron Aidit) Semanggi dan Senayan Senayan dan Semanggi dua nama kembar dan berdekatan yang satu korban luka-luka dan mati yang satu kedudukan pusat…
Puisi: Negeri Genjer (Karya Cucuk Espe) Negeri Genjer (dibaca dengan iringan lagu Genjer-Genjer) Ada cerita dari Negeri Genjer Yang punya pemimpin…