Puisi Tentang Kuda

Puisi: Garis Ungu pada Tapak-Tapak Kuda Itu (Karya Darmanto Jatman)

Garis Ungu pada Tapak-Tapak Kuda Itu seekor kuda berkejar-kejaran dengan matahari di padang-padang dan dunia pun menjadi hijau ketika matahari meleng…

Puisi: Yogya (Karya Djajanto Supra)

Yogya kuda tersipu dengan mata tertutup setiap kita adalah bertemu beban dan kemerdekaan kuda tersipu dengan mata tertutup setiap ki…

Puisi: Hukla Final Pacuan Kuda (Karya Leon Agusta)

Hukla Final Pacuan Kuda Di sebuah gelanggang berjuta khalayak hadir dengan jantung berdebar-debar menunggu pacuan kuda putaran t…

Puisi: Pacuan Kuda (Karya Taufiq Ismail)

Pacuan Kuda ( Kepada Arief Rachman, Hudori Hamid, Dipo Alam, A.M. Fatwa, Toto Tasmara, Lukman Hakim, dan semuanya…

Puisi: Kuda (Karya Karno Kartadibrata)

Kuda Kuda putih yang sekali muncul dalam mimpi akan datanglah lagi di saat kematianku nanti? Kakinya basah sampai ke lutut di mulutnya basah sampai k…

Puisi: Kuda Merah (Karya Umbu Landu Paranggi)

Kuda Merah kuda merah musim buru, berapa kemarau panjang maumu jantung yang akan terbakar hangus, satu cambuk api lagi peluki padang anak angin dan b…

Puisi: Bukittinggi (Karya Damiri Mahmud)

Bukittinggi rentak kaki kuda di tengah kota bagai detak jantung kita membaca tanda adakah yang hilang ataukah hadir dalam kenangan kita? Analisis Pui…

Puisi: Penunggang Kuda Hitam (Karya Nirwan Dewanto)

Penunggang Kuda Hitam (untuk Ugo Untoro) Ia belum lulus dari sekolah fantasi ketika ia tiba-tiba sampai di depan rumah jagal di mana kuda-kuda bertaj…

Puisi: Menunggang Kuda Memetik Bunga (Karya Mawie Ananta Jonie)

Menunggang Kuda Memetik Bunga Tinggi bukit seribu gunung bertahun baru di rumah mertua, bersandal jepit berka…

Puisi: Dongeng (Karya Goenawan Mohamad)

Dongeng Seekor kuda semberani menghilang ke dalam pelepah-pelepah pisang. Para peri kemudian mencucinya dengan hujan hampir malam. Tap…

Puisi: Kuda (Karya Hamid Jabbar)

Kuda Hujan malam dalam kelam Kelam berkawan lampu jalanan Tiba-tiba aku jadi luka kuda Memacu gigil dan luka Entah ke mana…

Puisi: Ode untuk Penunggang Kuda (Karya Wayan Jengki Sunarta)

Ode untuk Penunggang Kuda usiamu makin mendera, kuda tua meringkik letih di jalanan berbatu begitu dungu kau di atas pelana usir mimpimu…
© Sepenuhnya. All rights reserved.