Puisi: Rayuan Pemilihan (Karya Yanti Harbi) Rayuan Pemilihan Netra-netra sayu yang menghiba Terangkul, terkumpul, terinjak dijadikan tangga Bertopeng peduli gelagat tak terbaca Begitulah jalan …
Puisi: Untuk Kandidat (Karya Pulo Lasman Simanjuntak) Untuk Kandidat batas akhir dari permainan primitif merebut kursi oi, kursi keramat berbatu terjal kesempatan lowongan kerja nilai-nilai permintaan pe…
Puisi: Indonesia dan Pemilu (Karya Andy Sri Wahyudi) Indonesia dan Pemilu (1) Poster-poster calon presiden dan wakil presiden terlindas andong Sepeda jengki, truk, kobutri, becak, honda cb, y…
Puisi: Memo Sebelum Pemilu (Karya A. Munandar) Memo Sebelum Pemilu (1) Salahmu sendiri mengapa membangun demokrasi orang fanatik bukan hanya mengkritik-maki mereka siap me…
Puisi: Pidato Politik (Karya Toto ST Radik) Pidato Politik Saudara-saudaraku, Tingkatkan iman dan takwamu Tingkatkan fulus depositoku. Serang, 2002 Sumber: Pangeran [Lelaki yang Tak M…
Puisi: Sajak kepada Bung Dadi (Karya Wiji Thukul) Sajak kepada Bung Dadi ini tanahmu juga rumah-rumah yang berdesakan manusia dan nestapa kampung halaman gadis-gadis muda …
Puisi: Teka-Teki yang Ganjil (Karya Wiji Thukul) Teka- T eki yang Ganjil Pada malam itu kami berkumpul dan berbicara Dari mulut kami tidak keluar hal-hal yang besar Masing-masing berbicara tentang k…
Puisi: Menjelang Pemilu (Karya F. Rahardi) Menjelang Pemilu 1987 Menjelang Pemilu 1987 seratus ton tempe didorong masuk ke dapur Rumah Tahanan Negara Salemba seratus ton tahu …
Puisi: Tentang Seorang yang Terbunuh di Sekitar Hari Pemilihan Umum (Karya Goenawan Mohamad) Tentang Seorang yang Terbunuh di Sekitar Hari Pemilihan Umum "Tuhan, berikanlah suara-Mu, kepadaku." Seperti jadi senyap sal…
Puisi: Filosofi Demokrasi (Karya Binhad Nurrohmat) Filosofi Demokrasi Yang terbanyaklah yang paling berhak jadi nomor satu Itulah sebab Tuhan Yang Maha Esa jadi…
Puisi: Hari Ini Aku Akan Bersiul-siul (Karya Wiji Thukul) Hari Ini Aku Akan Bersiul-siul pada hari coblosan nanti aku akan masuk ke dapur akan kujumlah gelas dan sendokku apakah jumlahnya bertambah setelah p…
Puisi: Aku Menuntut Perubahan (Karya Wiji Thukul) Aku Menuntut Perubahan Seratus lobang kakus lebih berarti bagiku ketimbang mulut besarmu Tak penting siapa yang menang nanti sudah bosen kami dengan …