Puisi: Ibuku Bersayap Merah (Karya Azhari Aiyub) Ibuku Bersayap Merah Ibu, Abah dan Dik Nong setelah bala aku pulang ingin melihat kalian dan kampung Kukira 26 Desember cuma mimpi buruk …
Puisi: Sajak untuk Pelukis Ombakku (Karya D. Kemalawati) Sajak untuk Pelukis Ombakku (Untuk : Virse Venni) Apakah artinya sajakku ini ketika ombak yang kau lukiskan …
Puisi: Sesudah Tsunami (Karya Nezar Patria) Sesudah Tsunami Dengarlah, anak. Ada pintu-pintu terlepas, seperti helai kertas origami. Bangau-bangau terlihat rapi di tanah yang memar, laut menjad…
Puisi: Sajak Ibu Pertiwi (Karya Dimas Arika Mihardja) Sajak Ibu Pertiwi "Kulihat ibu pertiwi Sedang berduka hati ...." Dadanya diguncang gempa Hatinya d…
Puisi: Dahaga Laut (Karya D. Kemalawati) Dahaga Laut Kami anak nelayan Debur ombak adalah zikir kami Pasir putih adalah sajadah kami Air laut adalah perut kami Dahaga kami Lapar…
Puisi: Elegi Desember 2004 (Karya Leon Agusta) Elegi Desember 2004 Dalam tsunami ini ya Allah Doa manakah gerangan yang harus kami lafazkan? Ketika topan samudera menghempas b…
Puisi: Kain Kafan (Karya L.K. Ara) Kain Kafan Masihkah sempat kain kafan Yang kami kirimkan Untuk membungkus tubuhmu saudaraku Tubuhmu begi…
Puisi: Di Mana Kamu, De'Na? (Karya W.S. Rendra) Di Mana Kamu, De'Na? (Puisi Mengenang Tsunami Aceh 2004) Akhirnya berita itu sampai kepada saya: Gelombang tsunami setinggi …
Puisi: Puing Gempa dan Lingkar Tsunami (Karya Hasbi Burman) Puing Gempa dan Lingkar Tsunami Tentang puing gempa kita tercenung Angin sedang lirih Melelehkan kepedihan …
Puisi: Mengenang Pantai Meulaboh Dilanda Tsunami (Karya Sitor Situmorang) Mengenang Pantai Meulaboh Dilanda Tsunami Seperti ledakan bencana alam purba Tsunami itu tak disangka bangkit me…
Puisi: Air Mata Aceh (Karya Ahmadun Yosi Herfanda) Air Mata Aceh Mendengar namamu saja Sudah menitik air mata Sebab, sepanjang sejarahmu adalah luka Pada m…
Puisi: Kita Tak Belajar Membaca Tanda-Tanda (Karya D. Kemalawati) Kita Tak Belajar Membaca Tanda-Tanda ketika kita terhuyung-huyung dalam goncangan panjang ketika kita bersidekap rapat dengan bumi …
Puisi: Tsunami (Karya Herman RN) Tsunami selusin hitung tahun berlalu bukan karena rindu tsunami teringat laksana kilat masa datangmu. Kutaraja, Desember 2016 An…