Puisi Tentang Tsunami

Puisi: Puing Gempa dan Lingkar Tsunami (Karya Hasbi Burman)

Puing Gempa dan Lingkar Tsunami Tentang puing gempa kita tercenung Angin sedang lirih Melelehkan kepedihan …

Puisi: Mengenang Pantai Meulaboh Dilanda Tsunami (Karya Sitor Situmorang)

Mengenang Pantai Meulaboh Dilanda Tsunami Seperti ledakan bencana alam purba Tsunami itu tak disangka bangkit me…

Puisi: Katakan Apa yang Kau Tahu Setelah Gempa Bumi (Karya D. Kemalawati)

Katakan Apa yang Kau Tahu Setelah Gempa Bumi Katakan apa yang kau tahu tentang gempa bumi setelah sepotong kak…

Puisi: Air Mata Aceh (Karya Ahmadun Yosi Herfanda)

Air Mata Aceh Mendengar namamu saja Sudah menitik air mata Sebab, sepanjang sejarahmu adalah luka Pada m…

Puisi: Kita Tak Belajar Membaca Tanda-Tanda (Karya D. Kemalawati)

Kita Tak Belajar Membaca Tanda-Tanda ketika kita terhuyung-huyung dalam goncangan panjang ketika kita bersidekap rapat dengan bumi …

Puisi: Tsunami (Karya Herman RN)

Tsunami selusin hitung tahun berlalu bukan karena rindu tsunami teringat laksana kilat masa datangmu. Kutaraja, Desember 2016 An…

Puisi: Laut Surut (Karya Fikar W. Eda)

Laut Surut Laut surut Prahara telah reda Pulanglah segera Di Timur, matahari berbinar nyala Ini Aceh m…

Puisi: Perahu (Karya Mustafa Ismail)

Perahu Seharusnya Nuh datang pagi itu, dengan perahu sangat besar, mengajakmu berlayar Seharusnya Nuh meng…

Puisi: Peunayong (Karya Mustafa Ismail)

Peunayong (Meue, Peunayong) Kudengar kau sempat berlari, menumpang Nuh, ketika kota menjadi laut Pers…

Puisi: Aceh 26 Desember 2004 (Karya Joko Pinurbo)

Aceh 26 Desember 2004 Gema lonceng Natal masih bergetar di kaca jendela ketika Aceh meleleh di kelopak mataku, menetes deras ke dalam ge…

Puisi: Seulanga (Karya Mustafa Ismail)

Seulanga Lagu-lagu penyanyi lawas itu menyerbu hingga tulang-tulangku: Kau seperti memutar waktu, "mari kita bertamasya," katamu.…

Puisi: Bincang Pagi di Kedai Kupi Beungoh (Karya Dimas Arika Mihardja)

Bincang Pagi di Kedai Kupi Beungoh Pagi. Mentari mereguk kupi di Atjeh TV Kemalawati dan Helmi merintis jalan di depan Djazlam dan Dam diam d…

Puisi: Pantai Itu, Pasca Tsunami (Karya Doel CP Allisah)

Pantai Itu (Pasca Tsunami) Dengan sekali hempasan dia hancurkan pantai-pantai itu  lalu ujong batee-indrapatra-aluenaga-kuala aceh-ulee lheue-…

Puisi: Teunon (Karya Rusli A. Malem)

Teunon Berderit suara pintu musolla kusangka engkau     masuk hendak menyapa     DIA dengan ber-Dhuna Tetapi ya Allah: Inna Lillahi yang datang      …
© Sepenuhnya. All rights reserved.