Puisi tentang Denpasar

Puisi: Denpasar Jam 00.00 (Karya Sindu Putra)

Denpasar Jam 00.00 Aku menanam ilalang di keningmu kupu-kupu tak mati dalam hening waktu paruhmu kupu-kupu hitam mukanya tertutup bu…

Puisi: Denpasar (Karya Wayan Jengki Sunarta)

Denpasar toko toko tua anyaman pengembara jalan gajah mada menggeliat di lekuk lekuk tubuh betinaku yang gairah menyusuri emb…

Puisi: Denpasar (Karya Rusli A. Malem)

Denpasar seekor elang jantan terbang mencari sarang benua kekasihnya sayapnya angkuh mengepak melepas buruan dalam birahinya. Sumber: Horison (Juli, …

Puisi: Denpasar Festival (Karya I Nyoman Wirata)

Denpasar Festival Tak ada yang asing di lidah Rasa itu sudah mewarnai tulang Menjadi aroma peluh dan nafas Meracik bumbu meramu kata Men…

Puisi: Denpasar (Karya Kirdjomuljo)

Denpasar Kuselendangkan hatiku ini sore padanya Kubiarkan berlenggang di atas lenggang Mengejar tebaran saput-saput di pinggang Menggoda ra…

Puisi: Denpasar (Karya Wayan Jengki Sunarta)

Denpasar denpasar, kota yang lahir dari belukar adalah akar yang menjalar di urat-urat nadimu tertatih menahan perih …

Puisi: Pasar Kumbasari, Denpasar (Karya Acep Zamzam Noor)

Pasar Kumbasari, Denpasar Mungkin bukan sinar bulan Yang menyalakan permukaan sungai Tapi di sepanjang jala…

Puisi: Kembali ke Denpasar (Karya Wayan Jengki Sunarta)

Kembali ke Denpasar Tak ada yang pupus dari ingatan ketika aku kembali ke kota ibu jalan-jalan lengang subuh pemabuk tergeletak…

Puisi: Denpasar Selatan, dari Sebuah Lorong (Karya Umbu Landu Paranggi)

Denpasar Selatan, dari Sebuah Lorong anak angin ruh            sembunyikan sajak airmatamu hanya cakrawala sepagar halaman            kali ini menyib…

Puisi: Ibu Denpasar (Karya Sindu Putra)

Ibu Denpasar (: Devian Branitasandhini) Ibu mendoakan aku: jadi Sita rama-rama membawaku pada Rama mengapa ibu memintaku memasuki dun…

Puisi: Di Warung Kings, Denpasar (Karya Wayan Jengki Sunarta)

Di Warung Kings, Denpasar buat: melani w. setiawan ketika kata bertemu rupa pada meja makan yang membuka rahasia malam entah di mana…
© Sepenuhnya. All rights reserved.