Puisi tentang Negara

Puisi: Negara Waktu (Karya Gus tf)

Negara Waktu kau pun lalu berkata, "Hanya ketika waktu tak ada, kau boleh bilang keabadian engkau yang punya." Tapi inil…

Puisi: Gedung Negara (Karya Lastri Fardani Sukarton)

Gedung Negara megah kulihat bangunan itu beringin besar seram tegak di halaman aku mengayuh sepeda, menoleh ke sana parung ganesha rumput yang mengha…

Puisi: Kaki Negara (Karya Joko Pinurbo)

Kaki Negara Kakiku telah kaujadikan kaki kursimu. Jangan duduk terlalu lama, nanti kakiku patah, kursimu rebah, pantatmu pecah. 2007 Analis…

Puisi: Di Luar Istana Negara (Karya Bur Rasuanto)

Di Luar Istana Negara kereta sejarah yang lelah telah lama berpangkal di sini generasi yang memapah berjuta gairah tak lagi menanti, melangkah pergi …

Puisi: Taman Hiburan Negara (Karya Joko Pinurbo)

Taman Hiburan Negara Ini tempat umum, bung. Dilarang melamun sembarangan di sini. 2007 Analisis Puisi: Tema utama puisi ini adalah kebebas…

Puisi: Sajak bagi Negaraku (Karya Kriapur)

Sajak bagi Negaraku Di tubuh semesta tercinta buku-buku negeriku tersimpan setiap gunung-gunung dan batunya padang-padang dan hutan s…

Puisi: Depan Sekretariat Negara (Karya Taufiq Ismail)

Depan Sekretariat Negara Setelah korban diusung Tergesa-gesa Ke luar jalanan Kami semua menyanyi ‘Gugur…

Puisi: Negara Bangun (Karya Walujati)

Negara Bangun (1) Bagai kesuma putih, tersebar wangi atas lautan daun hijau, Jauh tercium harumnya, dibawa pergi angin yang lalu, terserak t…

Puisi: Monolog Seorang Veteran yang Tercecer dari Arsip Negara (Karya Ahmadun Yosi Herfanda)

Monolog Seorang Veteran yang Tercecer dari Arsip Negara Bendera-bendera berkibar di udara Dan, orang-orang bert…

Puisi: Sufi, Tuhan, Pejabat Negara, Tentara Bersenjata (Karya Amien Wangsitalaja)

Sufi, Tuhan, Pejabat Negara, Tentara Bersenjata Sebelum sufi mengenal tuhan ia takut kepada pejabat negara …

Puisi: Siang Negara Dunia Ketiga (Karya Wayan Jengki Sunarta)

Siang Negara Dunia Ketiga gemuruh kendaraan comberan bacin udara keruh dan pacuan waktu seirama serak batukku terik siang,…

Puisi: Malam Negara Dunia Ketiga (Karya Wayan Jengki Sunarta)

Malam Negara Dunia Ketiga malam memoles gincu cahaya sumringah berkilau kaum jelata meraba saku pesta di alun-alun kota jagu…

Puisi: Subuh Negara Dunia Ketiga (Karya Wayan Jengki Sunarta)

Subuh Negara Dunia Ketiga subuh adalah wilayah teduh bagi yang merindui kemesraan sayangku, lekatkan tubuhmu ke tubuhku kita b…
© Sepenuhnya. All rights reserved.