Info Terbaru: Pidie Jaya kembali dilanda banjir. Aceh belum benar-benar pulih

Postingan

Puisi: Perian (Karya Rusli Marzuki Saria)

Perian Kusandang juga perian ini naik tebing dan lembahnya Sebab kemarau berdatangan dengan wajah ungu Bawalah aku kepada mata air beningmu di telaga…

Puisi: Mereka Bawa Getah Nangka dan Senjata (Karya Rusli Marzuki Saria)

Mereka Bawa Getah Nangka dan Senjata hunjamkan ke hulu hati parewa lembing tajam ketika kemarau meretak ekor kerbau, cabutlah! di pintu rumah gedang …

Puisi: Kwatrin Cengkrik (Karya Gunoto Saparie)

Kwatrin Cengkrik suara cengkrik di persawahan bersahutan ketika malam pun bertambah larut lalu sunyi memperdalam kesepian ada ricik air kali mengalir…

Puisi: Taman (Karya Gunoto Saparie)

Taman kaukah itu menyendiri di taman duduk di bangku panjang berlumut beberapa ekor burung hinggap di dahan beberapa ekor capung menembus kabut kauka…

Puisi: Dunia Ini Adakah Sebuah Penjara? (Karya Yunus Mukri Adi)

Dunia Ini Adakah Sebuah Penjara? Dunia ini adakah sebuah penjara Keluh gadis itu dan menggeser kakinya lebih dekat pediangan bara Aku menahan napas t…

Puisi: Isyarat Itu (Karya Maskirbi)

Isyarat Itu Entah berapa badai mengirimkan sangsai bacalah isyarat itu agar tak lalai sejauh apapun perjalanan saatnya akan sampai sebanyak…

Puisi: L'espoir (Karya Wing Kardjo)

L'espoir Perang bagi yang menang Memukul genderang Usungan keranda Bagai upacara mulia Perang bagi yang lumpuh Mend…

Puisi: Baris Antara (Karya Wing Kardjo)

Baris Antara Hidupkukah itu, yang menolak membuka, menolak menutup, masih juga kamar-kamar lusuh, kaki lelaki siapa saja tela…

Puisi: Dan Kau Pun (Karya Wing Kardjo)

Dan Kau Pun Dan kau pun bertanya adakah yang indah dari hidupku? Tentu, tentu, tapi sudah tenggelam dalam waktu. Lantas k…

Puisi: Spleen (Karya Wing Kardjo)

Spleen Lidah-lidah dukanya menjilati khayal semacam sesal semacam duka dalam nyala lilin-lilin harap terbakar meleleh…
© Sepenuhnya. All rights reserved.