Info Terbaru: Pidie Jaya kembali dilanda banjir. Aceh belum benar-benar pulih

Postingan

Puisi: Kekurangan bukan Suatu yang Menyenangkan (Karya Hendro Siswanggono)

Kekurangan bukan Suatu yang Menyenangkan Kekurangan bukan suatu yang menyenangkan dunia luas yang tersembunyi bertahun-tahun lupa hafalan doa seorang…

Puisi: Hari-Hari Memancar dari Gelap (Karya Hendro Siswanggono)

Hari-Hari Memancar dari Gelap Hari-hari memancar dari gelap dari balik jalan memanjang bangku kalang lewat depan jendela kau menatap begitu matang pe…

Puisi: Ada Kalanya (Karya Hendro Siswanggono)

Ada Kalanya Ada kalanya mempersiapkan pesta dengan pedang di pinggang, diam-diam menggenggam seikat bunga dari cawan air mata, irama derap kuda ma da…

Puisi: Setiap Terjaga (Karya Gus tf)

Setiap Terjaga Setiap terjaga, ia berkata, "Celaka, kenapa aku terbangun di tubuh yang sama?" Tapi tidak. Setiap tidur, …

Puisi: Jimbaran (Karya Wayan Jengki Sunarta)

Jimbaran kau bikin aku gila bentangan bukit kapur lintasan hutan bakau yang dalammu sembunyi perawan puisi beri aku asin …

Puisi: Sala (Karya Sugiarta Sriwibawa)

Sala Lentera jalan makin sepi Rumpun bambu malam wingit Kalau kemarau kali berpasir Orang desa bermimpi pada Kentongan menyadar pertama…

Puisi: Kalpataru di Pasirkadu (Karya Budiman S. Hartoyo)

Kalpataru di Pasirkadu Perempuan tercipta dari sempalan tulang rusuk lelaki Konon Adakah ia berasal dari perisai jantung dan p…

Puisi: Kisah Seorang Raja (Karya Budiman S. Hartoyo)

Kisah Seorang Raja Untuk kesekian kalinya iapun menggoda mendesak-desak dan bertanya-tanya: Siapakah aku sebenarnya Mengganggu dalam gelisahnya waktu…

Puisi: Bulan Seribu Bulan (Karya Doel CP Allisah)

Bulan Seribu Bulan Akan datang doa-doa yang mengalir kerelaan tanpa batas tinggal di dalamnya adalah impian dan…

Puisi: Ia Namakan Dirinya Maut (Karya Budiman S. Hartoyo)

Ia Namakan Dirinya Maut Akulah yang bernama maut. Aku: itulah hidup. Jiwa adalah aku. Aku juga raga itu sendiri, nafas dan darah. Namaku juga adalah …
© Sepenuhnya. All rights reserved.