Postingan

Puisi: Malam Biarkan Mencatat (Karya Soekoso DM)

Malam Biarkan Mencatat Malam biarkan mencatat getaran gemuruh laut dalam palung dadamu yang mendebur tak kunjung surut rongga batinku menangkap gema-…

Puisi: Mencari Angin (Karya P. Sengodjo)

Mencari Angin Perahu yang melancar di atas ke permaian air yang kemilau dalam cahaya surya bermain – Aku yang merasa tenang dalam kegirangan yang mer…

Puisi: Bahkan (Karya Abdul Hadi WM)

Bahkan Bahkan jarum jam pun hanya mengulang andai detiknya bukan kejemuan, kau tangkap keluh bumi seperti a…

Puisi: Mengeja Jejak (Karya Soekoso DM)

Mengeja Jejak adalah jejak-Mu pada tanah pada tonggak pada batu lontar sejarah bungkam bisu mengeram misteri zaman lalu adalah tapakmu pada langit pa…

Puisi: Kusebut (Karya Abdul Hadi WM)

Kusebut Kusebut kata-kata engganmu detik jam Gemersik berat dihela jarumnya Senandungmu mengalun bagai desau angin ribut jatuh ke pelimbaha…

Puisi: Atas Kabut (Karya Abdul Hadi WM)

Atas Kabut Atas kabut: ambang angan kita dan desir Desir angin, desir daun, desir racun dan turun bayang-bayangmu — Mengapa detik itu gemuruh seakan …

Puisi: Dari Suatu Masa (Karya Leon Agusta)

Dari Suatu Masa “Mungkin masih ada yang tersisa dari prahara selain puisi”, katamu sembari bergegas pergi Aku tak begitu sadar …

Puisi: Saree (Karya Rusli A. Malem)

Saree di sini sepi menunda waktu angin tiarap         merayap ke bawah                 kabut             menuruni lembah             membalut luka   …

Puisi: Labirin (Karya Leon Agusta)

Labirin Pohon tanda tangan berbuah sebelum di tanam di bawah meja Menjelmakan hamparan taman impian Daunnya gugur jadi te…

Puisi: Mangsa-Mangsa (Karya Leon Agusta)

Mangsa-Mangsa sebuah paduan suara no no no hno hno hno hno hno huk la tikus-tikus raksasa merobek perutku perutmu giginya dal…
© Sepenuhnya. All rights reserved.