Puisi: Ejaan Baru (Karya P. Sengodjo) Ejaan Baru Siapa sepandir itu, masih terus bersungut mengagum gigi gugur jelas terdengar di sela dengung mendedas sedangkan wanita, pun progresif: ci…
Puisi: Meulaboh (Karya Hasbi Burman) Meulaboh Di atasmu bulan berlabuh Dan perak air Beriak dalam teduh Sekeping hati Menari dalam riuh kepadatan Yang lalu lalang para musa…
Puisi: Engkau yang dari Jauh (Karya Abdul Hadi WM) Pucung: Engkau yang dari Jauh Engkau omong dari jauh Bahwa malam akan teduh Aku tak bisa percaya Sementara langit tak bertanda Sementara kota. Tertut…
Puisi: Sendiri Berbaring dalam Kamar sebuah Losmen (Karya Soekoso DM) Sendiri Berbaring dalam Kamar sebuah Losmen lesu ku ku baringkan sejak separoh jiwa porak kau bawa luka ku ku …
Puisi: Guntur (Karya P. Sengodjo) Guntur geledeg ... geledeg ... Kutunggu lama belum jua jatuh hanya guntur menggentarkan udara Maka mari putuskan saja : 'kau kuhantam balak enam …
Puisi: Sebuah Potret (Karya Yudhistira A.N.M. Massardi) Sebuah Potret Potret di bingkai. Terletak jauh. Di sebuah rumah. "Kalau saja Ia ada, pasti, tak sesepi ini" (Tapi itu tidak benar. Ia perna…
Puisi: Interpretasi (Karya Rusli Marzuki Saria) Interpretasi (In Memoriam Boris Paternak) Sajak adalah tangan-tangan yang bekerja Sajak adalah parang penebas hutan Sajak adalah cerana Sajak adalah …
Puisi: Dingin Pelabuhan (Karya Abdul Hadi WM) Dingin Pelabuhan Dingin di pelabuhan kinipun letih Di atas geladak. Hanya ada suara ombak, sedikit meraih Kelasi tahu, kemana dingin akan bertolak Ta…
Puisi: Di Bawah Mahoni Sebuah Kampus (Karya Soekoso DM) Di Bawah Mahoni Sebuah Kampus daun mahoni sudah rontok angin sembunyi di balik tembok dingin mengecup wajah kota, aku duduk merokok sepasang kucing d…
Puisi: Bumiayu (Karya Piek Ardijanto Soeprijadi) Bumiayu (1) Jamilah Bumiayu betapa indah bumimu terbentang hijau muda selalu merangsang hidup bercinta bangun subuh temerang timur harapan tumbuh saw…