Postingan

Puisi: O Amuk Hujan (Karya Firman Fadilah)

O Amuk Hujan O amuk hujan kaukisahkan sesuatu yang tak sempat disampaikan bumi dengan bahasa manusia. Air tumpah dari langit seperti tangis,     seme…

Puisi: Natal yang Tinggal di Sudut Ingatan (Karya Aprianus Gregorian Bahtera)

Natal yang Tinggal di Sudut Ingatan Di dusun kecil, malam turun perlahan Lonceng tua bergetar memanggil doa Angin Desember menyentuh dinding kayu Men…

Menikmati Cita Rasa Kuliner Khas Bukittinggi

Oleh Nurhadini Bukittinggi tidak hanya dikenal dengan kota wisata dengan Jam Gadang yang ikonik dan udara sejuk dengan pegunungan, tetapi juga sebaga…

Banjir di Wonokerto: Tantangan Lingkungan bagi Masyarakat Pesisir

Oleh Winda Arya Wijaya Kebanjiran telah menjadi masalah umum di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Wonokerto, Pekalongan. Wonokerto sangat rentan…

Membentuk Pilar Peradaban: Urgensi Pendidikan Karakter di Era Disrupsi Digital

Visi Indonesia Emas 2045 setelah seratus tahun kemerdekaan Indonesia adalah sebuah cita-cita besar untuk menjadikan Indonesia negara yang berdaulat, …

Kecemasan dalam Genggaman Memutus Rantai Ketergantungan Digital untuk Kesehatan Mental

Oleh Fatwa Tyas Falah Revolusi digital menjanjikan dunia yang lebih terhubung, efisien, dan informatif. Genggaman kita kini memegang kunci perpustaka…

Damai Itu Gak Dateng Sendiri, Kita yang Harus Mulai

Oleh Ilmi Iqriyah Indonesia itu negara yang luar biasa karena punya banyak banget perbedaan mulai dari suku, bahasa, agama, sampai adat istiadat. Tap…

Sala Lauak, Camilan Khas Ulakan yang Tetap Bertahan di Tengah Arus Zaman

Oleh Fabhelika Dwi Putri. N Di antara kekayaan kuliner Sumatera Barat, sala lauak mungkin tidak sepopuler rendang atau sate Padang yang kerap menjadi…

Menapaki Lembaran Kosong: Ilmu sebagai Kisah Manusia tentang Dunia

Pada suatu sore, seorang bocah kecil mengangkat tangannya ke langit dan bertanya, “Kenapa langit berwarna merah muda?” Seorang ilmuwan fisika barangk…
© Sepenuhnya. All rights reserved.