Postingan

Puisi: Senopati Palagan PETA Blitar (Karya Redi Wisono)

Senopati Palagan PETA Blitar Atas nama warna merah pada darah Atas nama warna Putih pada tulang Sejarah telah menorehkan serangkaian penjajahan yang …

Puisi: Shodanco Parto Harjono (Karya Redi Wisono)

Shodanco Parto Harjono Di tengah dingin malam, setelah pasukan PETA Blitar berangkat menuju sektor perjuangan. Seorang Bintara tentara PETA yang bern…

Puisi: Rumah Sakit Jiwa (Karya Sthiraprana Duarsa)

Rumah Sakit Jiwa Ketika pemabuk itu memukul dirinya dekat perigi Kegaduhan pun muncul dari sunyi yang peram Sungguh terasa asing Angin terlalu keras …

Puisi: Improvisasi Alam Benda (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Improvisasi Alam Benda Rumah-rumah tanpa penghuni: kau temukan di sini sebuah keasingan yang abadi. Lantai tana…

Puisi: Kupu-Kupu Tak Tampak Lagi di Mataram (Karya Sindu Putra)

Kupu-Kupu Tak Tampak Lagi di Mataram Mataram, sunyi dari bunyi padi Mataram, senyap dari gerak tari beaqganggas Sebatang pohon asam tua…

Puisi: Di Tepi Hutan Suranadi (Karya Sindu Putra)

Di Tepi Hutan Suranadi Bintang! Siapa takut percintaan Kau dan aku tak bisa sembunyi  Dari hutan ini Kita diringkus Beringsut atau be…

Puisi: Airmata Ibu (Karya Nanang Suryadi)

Airmata Ibu aku tak ingin menghapus airmatamu ibu, karena itu adalah doa yang tak terucapkan, cinta yang terus dipanjatkan    serpi…

Puisi: Pasar Burung Yogyakarta (Karya Sindu Putra)

Pasar Burung Yogyakarta Tak ada burung-burung parau dalam sangkar perak apalagi burung-burung bisu dengan mahkota di kepala, digantung di…

Puisi: Epilog Sebuah Pagi (Karya Arif Bagus Prasetyo)

Epilog Sebuah Pagi Dalam kemuraman cahaya pagi Kuterka daun-daun gugur dan menghijau Kembali. Kemudian tik-tik gerimis Suara gelap malam ha…
© Sepenuhnya. All rights reserved.