Postingan

Puisi: Cinta Tak Bertuan (Karya Okto Son)

Cinta Tak Bertuan Heningnya malam kuingin menepis tangis Akan kerinduan cinta yang telah patah tak bersayap Ku mencari tempat untuk 'ku bersandar…

Puisi: Langit Gulita (Karya Kurniawan Junaedhie)

Langit Gulita Langit bersih . Rembulan dibuai mimpi. Bau tubuhmu mengapung  di kaki langit. Waktu terh…

Puisi: Tahajud Ulang Kenangan (Karya Dimas Arika Mihardja)

Tahajud Ulang Kenangan Embun basuh daun terasa ada unggun merimbun Sementara genangan kenangan bersama-Mu …

Puisi: Membaca Yessika (Karya Dimas Arika Mihardja)

Membaca Yessika Saat membaca kalam. Semuanya melindap. Hanya isyarat meriwayatkan ayat-ayat. Kesenyapan ben…

Puisi: Bintang Pulsar (Karya Arif Bagus Prasetyo)

Bintang Pulsar Angin. Berhari-hari yang dihadangnya adalah angin. Ia dengar geleparnya: Delapan mata setan yang mengguncang obor-obor daun …

Puisi: Kunang-Kunang (Karya Gunoto Saparie)

Kunang- K unang ada ribuan kunang-kunang di kegelapan di tepi sungai, di rerimbunan pohon bambu ditingkah sua…

Puisi: Senja Hari Kutatap Sebutir Bintang (Karya Ayatrohaedi)

Senja Hari Kutatap Sebutir Bintang Senja hari kutatap sebutir bintang Jam enam sore Pertemuan antara kita Menyendiri di langi…

Puisi: Bintang Terang (Karya Mardi Luhung)

Bintang Terang (: dari Nawang) Tidak Kakak, aku tidak datang. Tidak datang pada penungguanmu. Sebab, setelah kau buka tutup kualiku, ter…

Puisi: Kisah Seorang Penjual Kafan (Karya M. Aan Mansyur)

Kisah Seorang Penjual Kafan Tak seperti di kiri dan di kanan tokonya selalu sepi pelanggan meski ia juga menju…
© Sepenuhnya. All rights reserved.