Postingan

Puisi: Menunggu Angin (Karya Diah Hadaning)

Menunggu Angin Aku masih di bawah pohon waru menunggu angin gugurkan kelopak bunga berdialog sunyi dengan c…

Puisi: Manusia dan Buah Terlarang (Karya Okto Son)

Manusia dan Buah Terlarang Ia melihat buah itu menarik Memberi pengertian Dan kelihatannya lezat untuk dimakan         Namun buah itu tidak boleh unt…

Tips Bijak dalam Meminjam Uang

Dalam meminjam uang, setiap orang tentu telah mengetahui untuk apa uang yang akan dipinjam tersebut digunakan. Namun, tak jarang pula orang yang te…

Puisi: Menjelma Puisi (Karya Ehfrem Vyzty)

Menjelma Puisi Telah berpulang dengan tenang jam sekian mawar merah hari kemarin, Durinya masih jelas sekali tertancap di nadi Bukan kepalang, sesakn…

Puisi: Nunukan (Karya Bahrum Rangkuti)

Nunukan Sungai bercabang bertemu Di muara ditimpa alun menyental Teluk timbunan kapal Dari segala penjuru Di kiri tanah en…

Puisi: Hajir (Karya Bahrum Rangkuti)

Hajir Bagai kau dulu ribuan tahun lalu berlari-lari kecil Antara Safa dan Marwah? Nafasku tertahan-tahan Kau mencari-cari sera…

Puisi: Mina (Karya Bahrum Rangkuti)

Mina Namamu hakiki 'Mina' pelambang Hasrat insan dalam perjalanan Kemakrifat ilahi. Sayang Tak banyak orang tahu meski…

Puisi: Insaf (Karya Bahrum Rangkuti)

Insaf Kita bersama dari pulau ke pulau melayari lautan hijau di bawah langit kemilau mengembara dari dunia ke dunia dari suf…

Puisi: Sembahyang di Taman HI (Karya Bahrum Rangkuti)

Sembahyang di Taman HI Wanita, kau berkudung putih dalam taman idul fitri, sujud, duduk dan berdiri tegak berkali-kali, di bawah t…
© Sepenuhnya. All rights reserved.