Postingan

Puisi: Cahaya Rembulan (Karya Kurniawan Junaedhie)

Cahaya Rembulan Di sekitar rembulan Cahaya berpendar Seperti seorang putri dikelilingi para dayangnya …

Puisi: Arafah (Karya L.K. Ara)

Arafah (1) panas pasir di Arafah mencoba membakar telapak kakiku panas batu di Arafah mencoba membakar kulitku panas angin d…

Puisi: Ada Sebuah Kota, Katamu, Tak Pernah Teduh (Karya Abdul Hadi WM)

Ada Sebuah Kota, Katamu, Tak Pernah Teduh AKU ingin mengunjungi sebuah negeri tanpa mesjid dan rumah sakit, tanpa kedai minum, lewat peperangan y…

Puisi: Pohon Tumbang Karena Hujan (Karya Kurniawan Junaedhie)

Pohon Tumbang Karena Hujan Pohon itu tumbang karena hujan. Sebelum siang putik-putik bunga yang meliputi pohon itu berguguran. Disusul daun-daun…

Puisi: Laut Malam (Karya Isbedy Stiawan ZS)

Laut Malam biru langit sebibir bulan berenang di laut malam aku ingin bersampan menuju pelabuhan di mana kau selalu memandangku. …

Puisi: Suara Mesin Jahit (Karya Sindhunata)

Suara Mesin Jahit Untuk peringatan perkimpoian yang ke-34: Djokopekik dan Ibu Tinuk. Sampai kini     mesin jahit itu masih berbunyi         di dalamn…

Puisi: Penyerahan (Karya Fridolin Ukur)

Penyerahan Keherananku, mengapa Waktu teja membentang di kecupan senja Antara bibir merekah dan malam menganga Aku rindu bercu…

Puisi: Lagu Cinta Tiada Langsung (Karya Harijadi S. Hartowardojo)

Lagu Cinta Tiada Langsung Ia hendak lalu cintaku yang datang, cintaku yang hilang Bulan sudah lama diam terbenam Sesudah berlayar di mega …

Puisi: Perempuan dalam Secangkir Kopi (Karya Kurniawan Junaedhie)

Perempuan dalam Secangkir Kopi (1) (Saat ngopi bersama Kurnia Effendi & Tina ketika ultah Endah Sulwesi di Jl. Sabang) Perempuan itu hilang dari…
© Sepenuhnya. All rights reserved.