Puisi: Senandung Ilmu Sang Pelipur (Karya Novita Dina) Senandung Ilmu Sang Pelipur dengan sabdamu yang panjang aku larang diriku menjadi kungkang ilmu terselubung di amigdala sungguh kesia-siaan ragaku te…
Puisi: Kembang Gondowangi (Karya Riami) Kembang Gondowangi Setelah enam luka kematian Sekuntum bunga akhirnya mekar di rahim zaman Gadis lincah bersuara emas Membelah rasa ayah bunda Cahaya…
Puisi: Pergulatan Ayahku (Karya Okto Son) Pergulatan Ayahku 'Ku diajak oleh ayahku 'tuk berjalan berduaan Ayahku diam tak berbicara Aku pun diam tak berbicara Ada apa dengan ayahku? B…
Puisi: Hitam Putih (Karya Novita Dina) Hitam Putih di persimpangan warna, kita berdiri menatap garis batas antara kabut dan bayang-bayang hitam adalah jejak dosa yang kita titipkan pada ma…
Puisi: Sesal (Karya Ehfrem Vyzty) Sesal Tak ada gunanya sesal Setelah kau menyimpan hujan Dalam mata yang berusaha keras Tetap bertahan menatap Kadang kau memaki-maki diri Mengutuk di…
Puisi: Menyusuri Lengang Hatimu (Karya Dewis Pramanas) Menyusuri Lengang Hatimu Jalan takdir terjal bebatuan Menggenang lubang bekas jejak hujan Aku ingin menyusuri lengang hatimu Pada dersik angin dan…
Puisi: Jejak Pematang (Karya Novita Dina) Jejak Pematang senja di batas kota terbenam bersama paras rapuhnya hilang bersama buaran sisakan rindu kenangan malam rindu tertinggal di rumpun bam…
Puisi: Kehilangan (Karya Melki Deni) Kehilangan (1) Kehilangan adalah ketika waktu memisahkan ruang dari kita. Kehilangan (2) Kehilangan adalah ketika kesepian malam menerobos masuk ke …
Puisi: Terbenam di Lautan Maaf (Karya Novita Dina) Terbenam di Lautan Maaf di atas liang kubaringkan tubuhku dari amarah, sedih, kecewa pada kutuk dan kultus yang melipat mantra di jiwa maafku masih t…