Puisi: Carla dan Kunto (Karya Mochtar Pabottingi) Carla dan Kunto A lni adalah sihir harum poplar Pada sebuah bandara: Pertama sekali adalah mentari pagi Di dahan-dahan langit Musim panas…
Puisi: Pagi Itu (Karya Darwanto) Pagi Itu Pagi itu ia berjalan sendirian saja di jalan setapak dan tak ingin orang lain bertanya kenapa ia berjalan saja di jalan setapak itu, tanpa e…
Royal Dream: Sensasi Permainan Klasik dengan Gaya Modern Di era digital yang semakin berkembang, berbagai game berbasis aplikasi terus bermunculan dengan inovasi yang menarik. Salah satu game yang tengah me…
Puisi: Januari (Karya Dimas Arika Mihardja) Januari 2010 Kalender bertanggalan tiap detik menitiklah darah kepedihan Waktu melesat menyayat pohon-pohon hayat Grafiti dan kaligra…
Puisi: Rumah Pohon (Karya Sindhunata) Rumah Pohon Sekarang Kotir sudah senang selesai sudah pengembaraan ia pulang kandang tahu-tahu rumahnya sudah tenang. Bersayapkan burung sriti harum …
Puisi: Expresi (Karya N. A. Hadian) Expresi Terimalah sunyiku dari semua kebahagiaan yang padamu yang kakinya kusurukkan di bawah meja seorang arsitek Dalam sedih kulupa kau bukan sebab…
Puisi: Terlalu Banyak Kita Kehilangan (Karya Dodong Djiwapradja) Terlalu Banyak Kita Kehilangan Inilah sebagian dari mimpi yang mestinya terjadi dulu waktu sekolah, ketika seorang dari kita m…
Puisi: Patah Bingkai, Sabai (Karya Esha Tegar Putra) Patah Bingkai, Sabai Sudah kubenam betung itu dalam-dalam, Sabai di lubuk larangan di tempat seribu telur ikan puyu menetas dalam…
Puisi: Hukum (Karya Sam Haidy) Hukum Hukum ibarat dua mata pisau : Yang tajam buat rakyat Yang tumpul buat pejabat. Cara yang adil memakainya Adalah menusukkannya! …