Postingan

Puisi: Asal-Usul Polisi Tidur (Karya Binhad Nurrohmat)

Asal-Usul Polisi Tidur Jalan raya itu dahulu mulus dan rata motor yang lewat kebut-kebutan aja. Lantaran marah, masyarakat sirna akalnya …

Puisi: Makan Pagi dan Bersambung (Karya Yuswadi Saliya)

Makan Pagi dan Bersambung 1. rasa turun di kota dari Bandung masih pagi , melompati rel, terlihat sebatang rokok masih mengasap, lebih dari separuh; …

Puisi: Hilang (Karya Bambang Sarwono)

Hilang sehabis tiada suara lalu gelap semata pada mata tiba-tiba, Tuhan terbata-bata : "Ada!" Ada lampu itukah sinar perindu? sepi. Duduk d…

Puisi: Keajaiban Musim (Karya Frans Nadjira)

Keajaiban Musim Keajaiban musim memeluk kota Yang menghadap ke laut. Seperti kita yang bertukar nafas di ranjang Ketika malam menghubungka…

Puisi: Diameter Cinta (Karya A. Muttaqin)

Diameter Cinta Aku mencintaimu, karena kerap kusesap susumu. Kau yang tak bisa kusebut sebagai ibuku. Kau yang tak bisa kusebut seb…

Puisi: Malu (Karya Aspar Paturusi)

Malu jangan biarkan menebal kulit muka rasa malu tak bisa menghiasi wajah jangan biarkan hati nurani membatu nanti kian tak peduli pada k…

Puisi: Di Boulevard, UGM (Karya Raudal Tanjung Banua)

Di Boulevard, UGM Berdiri di sini di sisi Pinus Merkusi tua kita menjelma nafas hidupnya; pucuk menusuk langit tinggi akar tetap tegak di…

Puisi: Pelukis Affandi di Pasar Vittoria (Karya Ajip Rosidi)

Pelukis Affandi di Pasar Vittoria Dengan jaket hitam dan topi merah dari wolita ia berjalan menyelinap sambil makan buah ceri di Pasar…

Puisi: Doa Retak (Karya Ahmad Yani AZ)

Doa Retak Seandainya bisa .. aku kembali Seperti kurenungi hidup di pohon cinta lalu aku terbang bagai kupu-kupu ... Melihat nasib yang sudah termaka…
© Sepenuhnya. All rights reserved.