Puisi: Sebuah Bank (Karya Wiji Thukul) Sebuah Bank Sebuah bank memasang iklan ukuran setengah halaman koran, teriaknya: Dirgahayu Republik Indonesia 51 th Dengan huruf kapit…
Puisi: Asal-Usul Polisi Tidur (Karya Binhad Nurrohmat) Asal-Usul Polisi Tidur Jalan raya itu dahulu mulus dan rata motor yang lewat kebut-kebutan aja. Lantaran marah, masyarakat sirna akalnya …
Puisi: Makan Pagi dan Bersambung (Karya Yuswadi Saliya) Makan Pagi dan Bersambung 1. rasa turun di kota dari Bandung masih pagi , melompati rel, terlihat sebatang rokok masih mengasap, lebih dari separuh; …
Puisi: Hilang (Karya Bambang Sarwono) Hilang sehabis tiada suara lalu gelap semata pada mata tiba-tiba, Tuhan terbata-bata : "Ada!" Ada lampu itukah sinar perindu? sepi. Duduk d…
Puisi: Keajaiban Musim (Karya Frans Nadjira) Keajaiban Musim Keajaiban musim memeluk kota Yang menghadap ke laut. Seperti kita yang bertukar nafas di ranjang Ketika malam menghubungka…
Puisi: Diameter Cinta (Karya A. Muttaqin) Diameter Cinta Aku mencintaimu, karena kerap kusesap susumu. Kau yang tak bisa kusebut sebagai ibuku. Kau yang tak bisa kusebut seb…
Puisi: Malu (Karya Aspar Paturusi) Malu jangan biarkan menebal kulit muka rasa malu tak bisa menghiasi wajah jangan biarkan hati nurani membatu nanti kian tak peduli pada k…
Puisi: Di Boulevard, UGM (Karya Raudal Tanjung Banua) Di Boulevard, UGM Berdiri di sini di sisi Pinus Merkusi tua kita menjelma nafas hidupnya; pucuk menusuk langit tinggi akar tetap tegak di…
Puisi: Pelukis Affandi di Pasar Vittoria (Karya Ajip Rosidi) Pelukis Affandi di Pasar Vittoria Dengan jaket hitam dan topi merah dari wolita ia berjalan menyelinap sambil makan buah ceri di Pasar…