Postingan

Puisi: Moto Seorang Santri (Karya A. Muttaqin)

Moto Seorang Santri Saat Bertandang ke Warung Kopi Kopi adalah kopiah yang debunya menyala menyigi malam dan mimpi. Rokok adalah ru…

Puisi: 1963 (Karya Syu’bah Asa)

1963 Apakah hidup itu Tuhan, bila kurasakan terus berulang? Di luar, tanjung-tanjung dilembur pasang Mendesau gletsyer di pantai Skotland …

Puisi: Dikantongi oleh Tuhan (Karya Bung Karno)

Dikantongi oleh Tuhan Tatkala ibumu masih perawan bapak masih perjaka Lantas kita menjawab "Yah, kami waktu itu dikantongi Tuhan Dikantongi oleh…

Puisi: Malam Getsemane (Karya Gunoto Saparie)

Malam Getsemane malam terus merayap di bukit zaitun dan bulan memucat di atas taman getsemane siapakah tersedu meratap dalam sunyi? siapakah mengiba …

Puisi: Hidayah (Karya Ajip Rosidi)

Hidayah harap-harap cemas antara khaof dengan roja' aku hanya dapat berusaha dan berdo'a karena hidayah turun atas ridomu semata Sumber:  Nam…

Puisi: Dimakan Api Unggun (Karya Bung Karno)

Dimakan Api Unggun Saya merasa diri saya sebagai sepotong kayu dalam satu gundukan kayu api unggun sepotong dari pada ratusan atau ribuan kayu di dal…

Puisi: Undang-Undang (Karya Bung Karno)

Undang-Undang Jiwa ular kambang dan jiwa inlander itulah racun yang menghinggapi kita di tahun-tahun yang terakhir ini Jikalau ingin merdeka sejati-j…

Puisi: Balada Nelayan Pantai Srandil (Karya Diah Hadaning)

Balada Nelayan Pantai Srandil Laut pantai Srandil mengirim ombak-ombaknya mengirim harapan berkepanjangan mengirim ikan-ikan mengirim seny…

Puisi: Dalam Kabut Purba (Karya Leon Agusta)

Dalam Kabut Purba Kini, kita saksikan Kabut purba menyelimuti gundukan-gundukan kering Tempat kita berdiri. Berhimpun bagai orang-orang sesat…
© Sepenuhnya. All rights reserved.