Postingan

Puisi: Seseorang Menulis tentang Kematian (Karya Agit Yogi Subandi)

Seseorang Menulis tentang Kematian Lalu ia mengartikannya sebagai "kebebasan dari memori dan harapan". Seperti kotak hitam yang tidak la…

Puisi: Tak Cukup Kata (Karya D. Kemalawati)

Tak Cukup Kata Karena kata tak pernah cukup menerjemahkan cintaku padamu maka maafkan aku bila tak pernah …

Puisi: Episode Sebuah Serial Pop (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Episode Sebuah Serial Pop Aku bahasakan cinta dengan susu terbuka gaun terlalu pendek - dan robek bagian muka dan pandangan memanggil yang m…

Puisi: Mars ke Sosialisme (Karya Adi Sidharta)

Mars ke Sosialisme Kami manusia kini najis dan koyak di kutuk sejarah. Zaman budak, zaman feodal dan zaman penghisapan kapital yang ingin 'ngubur…

Puisi: Dengan Rebab (Karya A.A. Navis)

Dengan Rebab (kepada seniman pura-pura) Dalam gegap gempita hari pasar kau gesek tali tegar rebabmu mendayu menusuk segala pikuk kau jelajah sampai y…

Puisi: Not (Karya Goenawan Mohamad)

Not Malam itu ia coba tirukan, dengan bunyi senar gitar , tetes air yang saling bertemu di talang serambi. Tapi yang terbentuk dari …

Puisi: Isi dan Kulit (Karya A.A. Navis)

Isi dan Kulit Terpandang kulit pisang di atas batu siang malam berdingin-berpanas menghitam rupa dimakan waktu tak dipandang insan yang melintas. Mar…

Puisi: Fragmen Kota (Karya Sugiarta Sriwibawa)

Fragmen Kota Tibalah saatnya Bila malam melambungkan warna cadarnya Kuraih-raih, mengisap menggelenyar Lolos di ujung-ujung pandang jarak…

Puisi: Tanda Zaman (Karya A.A. Navis)

Tanda Zaman Sejak manusia berkarib dengan setan banyak duka berpulas suka jujur dan tulus dikutuk edan adab jadi lambang bencana. Maka anak jadi sain…
© Sepenuhnya. All rights reserved.