Postingan

Puisi: Kebenaran (Karya Ajip Rosidi)

Kebenaran Buta oleh dusta yang membias-silau nilai-nilai kebenaran pun disembunyikan: namun di antara semak-rumputan hijau ia…

Puisi: Garut (Karya Dodong Djiwapradja)

Garut Kepada Madro'i (Pembajak Sawah) Desa dikenang desa terbayang Ah, kali yang memanggil mati Kiranya hijau menjadi merah…

Puisi: Malaikat di Rumah (Karya Remy Sylado)

Malaikat di Rumah Kau benci aku, aku tahu Tapi jangan santet, aku takut Kubuka pintu rumahku demi Mikail Kuingin dia datang bersama Rafail …

Puisi: Mengapa Kebenaran Tidak Punya Mulut (Karya Melki Deni)

Mengapa Kebenaran Tidak Punya Mulut Di restoran Hong Kong gadis Amerika Serikat membaca berita para pejabat di Indonesia pamer kekayaan di media sosi…

Puisi: Karena Paksaan (Karya Kang Thohir)

Karena Paksaan Cinta karena paksaan Terkadang membuat hati tak karuan Lantaran mungkin dijodohkan Membuat hidup terasa tertekan Brebes, 4 Mei 2023 An…

Puisi: Sejak Jodoh (Karya Abdul Wachid B. S.)

Sejak Jodoh (- Shofi Assri - Gunawan) serahkanlah hati kepada cinta helaan nafas kau aku yang oleh perjodo…

Puisi: Kamu Tersayang (Karya Kurniawan Junaedhie)

Kamu Tersayang Mungkin aku butuh yoga atau semedi. Menenangkan hati setidak- tidak nya menyendiri. Di tempat kerja, kesibukan melulu …

Puisi: Matahari di Bulan Januari (Karya Alex R. Nainggolan)

Matahari di Bulan Januari pada bulan kelahiranmu, matahari masih berbagi cahaya. meski sesekali mendung terkurung di jalanan. hujan sep…

Puisi: Mengantar Jenazah (Karya Trisno Soemardjo)

Mengantar Jenazah Nasib berakhir bagai mayat terkapar, betapa banyak pun yang mengantar. Mayat diangkat dan pawai berangkat. Pulanglah debu ke tempat…
© Sepenuhnya. All rights reserved.