Puisi: Pengamen (Karya Joko Pinurbo) Pengamen Sepuluh orang pengamen menyerbu bus yang sedang lapar karena hanya diisi seorang penumpang. Ia or…
Puisi: Terkapar dari Seberkas Puisi yang Membunuh (Karya Deni Puja Pranata) Terkapar dari Seberkas Puisi yang Membunuh Luka mendekamku laharnya menggumpal menggerayangi darah Luka memasungku jelma keringat tubuh menj…
Puisi: Justru (Karya Joko Pinurbo) Justru Salahnya sendiri, suka usil bermain kata, merakitnya menjadi boneka yang seringainya justru membuat ia takut setengah mati, kemudian…
Puisi: Lorong Gelap dalam Bahasa (Karya Afrizal Malna) Lorong Gelap dalam Bahasa Si maut itu sudah datang membuat kamar dalam perutku. Ia membeli lemari baru, tempat tidur baru, meja dan lampu kamar. …
Puisi: Sepasang Tamu (Karya Joko Pinurbo) Sepasang Tamu Di ruang tamu ini, sekian tahun silam, saya menerima seorang pemuda kurus kering yang datang menawarkan akik. Saya tidak suka …
Puisi: Gambar Hati Versi Penyair (Karya Joko Pinurbo) Gambar Hati Versi Penyair Seperti koma bertangkupan. Dua koma dari dua kamus yang berbeda dan tanpa janji bertemu di sebuah puisi. 2007 …
Puisi: Lupa (Karya Herman RN) Lupa Kita telah mengubur dendam hingga dalam dan hilang benci kita telah patahkan senjata sehingga tak lagi berbunyi rencong telah kit…
Puisi: Di Sebuah Mandi (Karya Joko Pinurbo) Di Sebuah Mandi Di sebuah mandi kumasuki ruang kecil di senja tubuhmu. "Ini rumahku," kau menggigil. Rumah terpencil. Tubuhmu …
Puisi: Pelupa (Karya Sulaiman Juned) Pelupa Acapkali membunuh kebebasan pikir menyaksikan wajah retak di sudut hati bernama kebenaran - jangan sakiti apalagi melupai malaikat…