Postingan

Puisi: Bulan Ruwah (Karya Subagio Sastrowardoyo)

Bulan Ruwah Kubur kita terpisah dengan tembok tinggi Sebab aku punya Tuhan, dia orang kapir. Di Yaumul-Akhir roh kita dari kubur akan…

Puisi: Aku Memahat Maut (Karya Wayan Jengki Sunarta)

Aku Memahat Maut kau bangkit dari mimpi cahaya menyilau mata  bercermin pada bayangan hari serasa seperti luka aliran waktu, …

Puisi: Jeritan Bayi di Dasar Jurang (Karya Joko Pinurbo)

Jeritan Bayi di Dasar Jurang Merontokkan semua huruf "a" dalam doaku yang bawel dan manja. 2007 Analisis Puisi: Salah satu cir…

Puisi: Keranjang (Karya Joko Pinurbo)

Keranjang Perempuan itu membuat keranjang dari benang-benang hujan dan menggantungnya di beranda di dalam keranjang ia tidurkan bayinya,…

Puisi: Kita Orang-Orang yang Tak Mau Jadi Budak (Karya Mawie Ananta Jonie)

Kita Orang-Orang yang Tak Mau Jadi Budak Kita adalah orang orang yang pernah dicap sebagai pembangkang, maka sekali diberi tanda gelar ini jan…

Puisi: Di Kulkas, Namamu (Karya Joko Pinurbo)

Di Kulkas: Namamu Di kulkas masih ada gumpalan-gumpalan batukmu mengendap pada kaleng-kaleng susu. Di kulkas masih ada engahan-engahan…

Puisi: Cadangan Hati yang Menyerah (Karya Remy Sylado)

Cadangan Hati yang Menyerah Di antara pendakian yang terjal dan susah mencapai puncak berkabut Edelweiss yang cuma di bawah lutut mewartak…

Puisi: Pulang Mandi (Karya Joko Pinurbo)

Pulang Mandi Lama minggat ke Jakarta dan tak pernah ada kabar-beritanya, tahu-tahu ia muncul di depan pintu dan berseru: "Ayo kita mand…

Puisi: Tak Peduli (Karya F. Rahardi)

Tak Peduli tak peduli tai tak peduli roti aku belum mau mati! harimau makan babi cacing minum kencing setan menjolok tuhan tapi hari m…
© Sepenuhnya. All rights reserved.