Postingan

Menjadi Bijak di Dunia Maya: Peran Generasi Muda dalam Moderasi Beragama

Indonesia dikenal sebagai negara dengan keanekaragaman yang luar biasa, tidak hanya dalam hal budaya dan bahasa, tetapi juga dalam hal agama dan kepe…

Puisi: Kepada Kota (Karya Goenawan Mohamad)

Kepada Kota Apabila engkaulah cinta, lepaskanlah, kota dari guhamu beribu gema Hindarkan saat-saat yang senyap: udara mengertap deru mobil d…

Puisi: Ia Menangis (Karya Goenawan Mohamad)

Ia Menangis Ia menangis              untuk lelaki di atas kuda kurus yang akhirnya sampai pada teluk di mana fantasi adalah hijau hujan …

Puisi: Tenggarong, Kota Tua (Karya Korrie Layun Rampan)

Tenggarong, Kota Tua Dalam Kabut Bergumpal-gumpal Siapa mengendap-endap dari balik dinding-dinding kabut lalu tegak di Taman Puisi. Kelamkah atau Sun…

Puisi: Menghirup Hawa Binatang (Karya Juniarso Ridwan)

Menghirup Hawa Binatang tubuh-tubuh legam, aura malam, kepalan tangan erat menyimpan sunyi, urat-urat seperti rel menuju kepundan, dan gelegar guntur…

Puisi: Luka di Matamu (Karya Alex R. Nainggolan)

Luka di Matamu setiap kali memandang matamu, kutemukan luka yang penuh parutan, lalu lekuk kematian menghimpit menanam separuh rentang waktu…

Puisi: Air Terjun Bantimurung (Karya Juniarso Ridwan)

Air Terjun Bantimurung mengikuti jejak purba mencari sumber kehidupan: menimbang rasa dan harapan di bawah naungan pohon di dalam ceruk gua gelap men…

Puisi: Ilusipun Bergegas Pergi (Karya Hoedi Soejanto)

Ilusipun Bergegas Pergi Fajarpun tidak menciptakan puisi ketika waktu hanyut dalam misteri catatan-catatan tinggal purba sejauh nuan…

Puisi: Surat (Karya Abdul Wachid B. S.)

Surat Surat yang ditulis dengan hati yang sungai bening mengalir pasti telah membaca muara Si Bayi yang dulu ditimang tak juga datang …
© Sepenuhnya. All rights reserved.