Puisi: Jalan Selamat (Karya Aspar Paturusi) Jalan Selamat saat badai kian bergemuruh tak ada lagi pilihan lain orang-orang berlomba selamatkan diri masing-masing ketika janji Allah…
Puisi: Pintu Hatimu (Karya Aspar Paturusi) Pintu Hatimu aku rebah di atas balai-balai tak beratap di tepi pantai embun malam turun perlahan jauh sudah perjalanan tak ada kabar darim…
Puisi: Bunga yang Harum (Gubahan Abdul Hadi WM) Bunga yang Harum Si bunga yang harum indah dan mempesona tak lagi semerbak ia dirampas dan dipetik dari pohonnya lenyap warnanya yang mend…
Puisi: Anak (Karya Abdul Hadi WM) Anak Anak ingin menangkap gelombang rambutnya memutih seketika Ia mengerti laut dalam tapi tak tahu di mana suaranya terpendam Ketika …
Puisi: Kita Harus Berpisah (Karya Isbedy Stiawan ZS) Kita Harus Berpisah burung-burung terbang entah ke mana sarang pada akhirnya kita berpisah - aku termangu - sedang kau turuni lereng i…
Puisi: Hotel Sanur (Karya Abdul Hadi WM) Hotel Sanur Sekarang, kitapun kembali di lobbi Kau dan aku. Bercakap-cakap sesudah matahari Angin yang ditiup bulan, Adalah ombak Rombongan buih yang…
Puisi: Ultah (Karya Aspar Paturusi) Ultah telah kucoba menuliskan beberapa baris puisi di hari ulang tahunmu seharusnya ada satu saja tak ada hadiah lain yang dapat kuberikan bua…
Puisi: Ensoi (Karya Abdul Hadi WM) Ensoi Suara malam, hanya dedaunan Gugur diusir angin ke beranda Dari jauh kemarau. Almanak lepas lagi Melemparkan bumi yang mati Dan di …
Puisi: Kentut (Karya F. Rahardi) Kentut Apakah beda kentut jenderal kentut bintang film dan kentut seekor sapi Kentut jenderal wajib ditahan dan dikendalikan dengan…