Postingan

Puisi: Gunungbatu (Karya Wiji Thukul)

Gunungbatu gunungbatu desa yang melahirkan laki-laki kuli-kuli perkebunan seharian memikul kerja setiap pagi makin bungkuk dijaga mandor dan traktor …

Puisi: Si Anak Hilang (Karya Sitor Situmorang)

Si Anak Hilang Sumber: Dalam Sajak (Dunia Pustaka Jaya, 1955) Pada terik tengah hari Titik perahu timbul di dan…

Puisi: Suatu Hari di Musim Dingin di Rumah Petani (Karya Surachman R.M.)

Suatu Hari di Musim Dingin di Rumah Petani Kelengangan demi kelengangan di perladangan salju Obrolan-obrolan ringan sekitar tungku. Hidangan ke…

Puisi: Metamorfosis (Karya Dimas Arika Mihardja)

Metamorfosis Kubawa buku, tapi bukan wahyu wajah waktu terlukis sebagai grafiti pada dinding imaji Serupa burung, aku merenung orang-or…

Puisi: Di Dada, Waktu (Karya Dimas Arika Mihardja)

Di Dada, Waktu Di dada, waktu tumbuh menyemak dan jejak sajak lupa kau simak. Ia meriwayatkan semesta, merekam aneka kejadian. Di dada,…

Puisi: Wajah Ibu (Karya Dimas Arika Mihardja)

Wajah Ibu Pepohon rindang daun adalah engkau, ibu tak lelah mengairi dan mengalirkan embun di musim kemarau engkaulah, wajah yang bu…

Puisi: Dalam Rimba Kepalaku (Karya Inggit Putria Marga)

Dalam Rimba Kepalaku tanah yang mencengkeram pepohonan adalah masa lalu awan yang kerap gagal jadi hujan adalah masa depan telaga yang te…

Puisi: Pertanyaan (Karya Gunoto Saparie)

Pertanyaan ada pertanyaan sederhana buatmu namun justru tidak untuk kaujawab ketika hujan deras dan menderu mengapa mendadak rindu mengharu biru? 202…

Puisi: Terlalu Banyak (Karya Wing Kardjo)

Terlalu Banyak (1) Tuhan kulihat aku jadi botak tentu bakal tua. Tidak bisa mengelak. Jika bahagia itu bakal tiba. Berikan padaku tanpa dosa. Kau pun…
© Sepenuhnya. All rights reserved.