Postingan

Puisi: Tubuh Pengantin (Karya Tjahjono Widarmanto)

Tubuh Pengantin kutemukan peta baru yang mengantarkan malam rebah di tubuhmu lekuk kulitmu seperti  sungai mengalir di balik rekahan-rekahan b…

Puisi: Tukang Arang (Karya F.L. Risakotta)

Tukang Arang kau lalu depanku, pardo berbaju keringat dan hitam kemoceng langkahmu gontai dihimpit beban nasib memberat tanpa pengasihan kau tetap be…

Puisi: Kawan (Karya Sitor Situmorang)

Kawan Sunyi terbagi Jadi percakapan seorang diri Antara mata 1955 Sumber: Rindu Kelana (Gramedia Widiasarana Indonesia, 1994) Analisis Puisi : Puisi …

Puisi: Di Bawah Lampu (Karya F.L. Risakotta)

Di Bawah Lampu Detik waktu tiba dalam dada terasa tiada jua malam kan lalu Sampai jauh orang ramai di tepi sungai lentera membulan di air-air sang ta…

Puisi: Datang (Karya F.L. Risakotta)

Datang kalau aku membuka mata sekali ini, tahunku telah pergi bumi jadi lain rupa kami pejalan panjang yang menemukan hati di tiap jalan tapi mengapa…

Puisi: Azan Subuh (Karya Sitor Situmorang)

Azan Subuh Datanglah kau segala rindu mari kuhirup di angin pagi bebas keluar-masuk jeruji penjara datanglah kau angin gunung angin laut bersama azan…

Puisi: Jakarta Malam (Karya Sitor Situmorang)

Jakarta Malam di pojok Kebon Sirih masuk ke Thamrin sekilas pandangku terhambat pada warna neon mengerdip di puncak-puncak metropolitan tertegun di d…

Puisi: Terdampar (Karya F.L. Risakotta)

Terdampar //I// di Peking aku berkaca, wajah seorang manusia nyata membayang kemenangan kulintasi Huang Ho dan Yang Tse wajah tambah seribu kejayaan …

Puisi: Ombak Pariaman (Karya F.L. Risakotta)

Ombak Pariaman Di depanku laut lepas, hati ingin semua bebas. Di belakangku kota perkasa, di balik terali kawan-kawan terpenjara. Petani Pariaman omb…
© Sepenuhnya. All rights reserved.