Postingan

Puisi: Mengapa Serapuh Itu? (Karya Sutan Takdir Alisjahbana)

Mengapa Serapuh Itu? Sebagai rama engkau menjelma, Gemerlapan girang bermain di sinar. Seri semata pancaran matamu Bercahaya-cahaya melihat dunia. Da…

Puisi: Monolog Nihilis (Karya Agus Dermawan T.)

Monolog Nihilis luruhkan semua cahaya ke bumi jadikan neraka masukkan semua gatal ke hati jadikan siksa ketimbang kepergok lanjurkan ia jadi sekutumu…

Puisi: Pengertian (Karya Toeti Heraty)

Pengertian isyarat sesat tak mewujudkan manfaat         disodorkan olehnya asbak penuh meluap         bagi yang tidak merokok berlingkar asap isyarat…

Puisi: Ratap Biola (Karya Sitor Situmorang)

Ratap Biola Pada getaran sinar senja Lenyap dalam cahaya penghabisan Kudengar ratap biola Suara kekasih dari jauh Bisik tersumbat dalam sedu Ingin ka…

Puisi: Malam Kebumen (Karya Sitor Situmorang)

Malam Kebumen Siapa nanti yang akan cerita bila juga pelita ini padam, enggan menyala dan lagi untuk siapa? Kisah malam bersendiri ini tak mungkin la…

Puisi: Seperti Puisi (Karya Acep Zamzam Noor)

Seperti Puisi (1) Seperti puisi dulu aku mengenalmu Dekat danau tenang, dekat rumput ilalang Matahari menyalakan kita Dalam kobaran rindu. …

Puisi: Renungan Menjelang Tidur (Karya Idrus Tintin)

Renungan Menjelang Tidur jangkrik mengorek malam bintang-bintang berbisik angin dan dahan mengusap kaca jendela tongkat yang bersandar di dinding reb…

Puisi: Pagi (Karya Linus Suryadi AG)

Pagi Dan pada pagi kebangunan dunia Langit bersulam kain tembaga Tapi langit anganmu merah saga Ketimpa ge…

Puisi: Gerimis di Hari Jumat (Karya Isbedy Stiawan ZS)

Gerimis di Hari Jumat yang, gerimis kembali mendatangimu tapi jemariku akan menjentik butiran yang singgah di rambutmu agar mekar bunga-bu…
© Sepenuhnya. All rights reserved.