Postingan

Puisi: Selamat Tinggal Pantai Padang (Karya Darman Moenir)

Selamat Tinggal Pantai Padang (Intuisi buat: Darhana Bakar) selamat tinggal pantai Padang setelah kuhitung pasirmu duka dalam bayang diriku selamat t…

Puisi: Kotaku Sayang Wahai Kotaku (Karya Rusli Marzuki Saria)

Kotaku Sayang Wahai Kotaku Kotaku sayang, wahai kotaku Kota punggung kaki Merapi dan Singgalang kuingat namamu Berselendang awan mayang tumpas girang…

Puisi: Membuka Tanah Merebut Puncak (Karya Mawie Ananta Jonie)

Membuka Tanah Merebut Puncak Tanah-tanah di sepanjang aliran sungai Mongya itu dibuka, oleh tangan anak anak petani yang pernah luka. Jadi…

Puisi: Kelahiran Rindu (Karya Moh. Ghufron Cholid)

Kelahiran Rindu Tahukah kau, kasih Rindu bisa lahir tiba-tiba Meski berulangkali kau tolak Ia hadir begitu sigap berbagi detak Kau mulai tak berdaya …

Puisi: Nyanyian Percang (Karya Syamsu Indra Usman)

Nyanyian Percang Nyanyian percang Di atas kubur tua dusunku Membangkitkan kerinduanku Kepada keesaan-Mu Kepada kekuasaan-Mu Yang Kaukir…

Puisi: Perahu Meninggalkan Pantai (Karya Isbedy Stiawan ZS)

Perahu Meninggalkan Pantai /1/ kembali meninggalkan pantai , selagi angin diam dan malam curam. arahkan kemudi, pancangkan layar. ombak ber…

Puisi: Tembangmu Waktu Subuh (Karya Badjuri Doellah Joesro)

Tembangmu Waktu Subuh Tembangmu waktu subuh kudengar lamat jauh Dari mega-mega yang merah muda Dan dinginnya pagi, menyanyikan: Lagu duka,…

Puisi: Hidup Hanya Kekosongan (Karya Wayan Jengki Sunarta)

Hidup Hanya Kekosongan kurelakan kau pergi setelah cukup lama kita bergandengan tangan membentang hari di taman melati terbang kau b…

Puisi: Ingin Kusuarakan (Karya Isbedy Stiawan ZS)

Ingin Kusuarakan Ingin kusuarakan apa saja di sini, tapi angin punya telinga dan kata-kata. bahkan lampu-lampu taman ini akan merekam dan me…
© Sepenuhnya. All rights reserved.