Puisi: Ahim, Pengangkut Sampah (Karya Saini KM) Ahim, Pengangkut Sampah "Selamat pagi, Pak. Ngantor?" demikan sapanya pagi itu, saat kemarau menggugurkan daun-daun mahoni "Sel…
Puisi: Kalau Mau Kalau Mau (Karya Slamet Sukirnanto) Kalau Mau Kalau Mau pisau-pisau jadi lembut dalam darah korban-korban Mercy dan BMW mengunyah permen. Perut buncit Jas kedodoran. M…
Puisi: Aritmetika Substansi (Karya Astri Wijaya Fitria) Aritmetika Substansi Garis takdir membentang gamang Terbias dalam lembaran semu Membentuk gradien penyimpang Ditempuh dalam gema cibiran Terhampar te…
Puisi: Nostalgia (Karya Gunoto Saparie) Nostalgia di pematang kutemukan jejak kenangan ketika senja merayap di pesawahan angin pun seakan berhenti di sini namun usia terus berproses, mening…
Puisi: Janji yang Ditunaikan (Karya Riyanto) Janji yang Ditunaikan Tembok-tembok yang diruntuhkan Puing-puing yang berserakan Cangkul dan palu berdentum bergantian Oleh ayunan tangan-tangan yang…
Puisi: Parthenon (Karya Saini KM) Parthenon Sia-sia. Betapapun mata khayal mencoba membangun kembali kemegahan kuil dari puing-puing ini, perang dan gempa bumi menetapkan bah…
Puisi: Dinding-Dinding Kesangsian (Karya Dorothea Rosa Herliany) Dinding-Dinding Kesangsian ketuklah pintu lain rumah-rumah perkampungan. ada yang bakal menyambutmu, dan menyediakan ranjang fana. -- dunia …
Puisi: Murat (Karya Slamet Sukirnanto) Murat Datanglah segera Jangan kau tunda Jakarta bara sedang menyala Jangan berpangku tangan Jangan malas. Jangan hanya pesta makan-maka…
Puisi: Selembar Daun Kering Gugur (Karya Gunoto Saparie) Selembar Daun Kering Gugur selembar daun kering gugur jatuh ke bumi hitam dan basah dipermainkan angin resah selembar nyawa pun berakhir ada seseoran…