Postingan

Puisi: Yerusalem (Karya Linus Suryadi AG)

Yerusalem Langit dan bumi bertangkupan Pegunungan-pegunungan diam Cuaca dingin. Udara pun basah Bisik-bisi…

Puisi: Senjaku (Karya Laeli Nurfadilah)

Senjaku Jangan salahkan aku Jika aku memilihmu sebagai senjaku Dimana aku hanya menatapmu Dalam pertemuan singkat pergantian waktu Kurasa kau juga ta…

Puisi: Rindu (Karya Jami’atul Hidayah)

Rindu Aku hanya rindu Tak ingin kembali Aku hanya rindu tawamu Senyummu yang manis Leluconmu yang garing Dan motor kuningmu 2022 Analisis Puisi : Pui…

Puisi: Rasa yang Pernah Ada (Karya Riyanto)

Rasa yang Pernah Ada Tak terasa tujuh bulan lebih Covid melanda Dan memporak-porandakan semua asa Menghancurkan segala yang ada Rasa pesimis tumbuh d…

Puisi: Buruh Musiman (Karya Linus Suryadi AG)

Buruh Musiman Biji gandum ditabur ke ladang Tumbuh suburlah tanaman Ladang diketam pada musimnya Rumput da…

Puisi: Sydney (Karya Linus Suryadi AG)

Sydney (1) Kuinjakkan kaki Pertama kali Di benua Selatan Kenapa heran? Di kota Sydney Pagi dan sore …

Puisi: Sudah Waktu (Karya Sutardji Calzoum Bachri)

Sudah Waktu sudah waktunya sekarang kau mengembalikan                 rumput                     tangkai                         ranting             …

Puisi: Hujan Sebelum Kemarau (Karya Jun Desember)

Hujan Sebelum Kemarau hujan adalah kita aku rintik, kau rindunya berteduh di halaman puisi dan masa lalu yang enggan permisi setia menunggu matahari …

Puisi: Rayuan Pemilihan (Karya Yanti Harbi)

Rayuan Pemilihan Netra-netra sayu yang menghiba Terangkul, terkumpul, terinjak dijadikan tangga Bertopeng peduli gelagat tak terbaca Begitulah jalan …
© Sepenuhnya. All rights reserved.