Puisi: Keesaan (Karya Mohammad Diponegoro) Keesaan (Puitisasi terjemahan al-Qur’an: Al-Ikhlas) Katakan ia Tuhan satu Cuma. Tuhan tepian tiap kebutuhan. tiada putera tiada ibu-bapak. tiada apa…
Puisi: Urbanisasi dari Meja Makan (Karya Wahyu Prasetya) Urbanisasi dari Meja Makan bagi: goenawan muhamad anak-anakku menggelar peta dunia di wajahku mencari syair samudra dan reruntuhan perang juga meneba…
Puisi: Revisi Anggaran (Karya Riyanto) Revisi Anggaran Tusi pasti dan akan selalu berjalan Seiring berlimpahnya kucuran anggaran Transparan dan akuntabel selalu dikedepankan Agar mulus Rev…
Puisi: Biara (Karya A. Muttaqin) Biara Dulu, sebagai hambar, kubakar dupa supaya pakaianku harum dan indah. Kini, sebagai musafir kubakar wajahku untuk melupakan du…
Puisi: Hujan Sepanjang Jalan (Karya A. Munandar) Hujan Sepanjang Jalan Tiga manusia Sedang menggergaji mimpi-mimpi Dengan wajah basah Bicara tentang hari-hari nanti. Ada aku di …
Puisi: Sajak Kangen Menjelang Hujan (Karya Arif Bagus Prasetyo) Sajak Kangen Menjelang Hujan Karena kangen, kasih, aku terbang memasuki bimasakti. Menembus tirai putih berkibasan bagai ihram. Bagai gaun p…
Puisi: Menghitung Tasbih (Karya Gunoto Saparie) Menghitung Tasbih Menghitung tasbih pelan-pelan seusai salat magrib diselesaikan ada seberkas cahaya purnama menggaris kaca jendela musala…
Puisi: Isyarat Itu (Karya Maskirbi) Isyarat Itu Entah berapa badai mengirimkan sangsai bacalah isyarat itu agar tak lalai sejauh apapun perjalanan saatnya akan sampai sebanyak…
Puisi: Semarang-Jakarta (Karya Gunoto Saparie) Semarang-Jakarta Pagi masih gelap ketika kita duduk di pesawat belum lagi pukul enam, di luar merayap kabut gerimis pun mulai menderai di ka…