Postingan

Puisi: Kuatur di Sini Kuatur di Sana (Karya Syu’bah Asa)

Kuatur di Sini Kuatur di Sana kuatur senyum di sini kuatur senyum di sana kujabat tangan di sini kencing di sana berkhalwat di mesjid i…

Puisi: Kemarau (Karya Slamet Sukirnanto)

Kemarau Bukit kehilangan rimbun Cakap kehilangan santun Bumi keras; hatimu padas Bersama mengaum: lepas ... 1975 Sumber: Luka Bung…

Puisi: Tiga Lembar Kartu Pos (Karya Sapardi Djoko Damono)

Lembar Kartu Pos (1) soalnya kau tak pernah tegas menjelaskan keadaanmu, tak pernah tegas mengakui bahwa harus meny…

Puisi: Dalam Masjid (Karya Apip Mustopa)

Dalam Masjid aku berusaha menetapi lima kali dalam sehari di depan mihrab memasrahkan diri ke dalam hening suci ke bawah keagung…

Puisi: Cengkrik (Karya Abdul Hadi WM)

Cengkrik Di celah-celah sayap cengkrik Rumput-rumput membuat suara Angin yang mendengarkan Mendengarkan kesunyian malam Maka ia kembali ke lautan Di …

Puisi: Seekor Burung Dara Tua (Karya Apip Mustopa)

Seekor Burung Dara Tua burung dara di ranting kering mengelus kilau bulunya awan di atas seperti terbaring merenung arah tujunya burung …

Puisi: Luka Itu Aneh Sekali (Karya Hamid Jabbar)

Luka Itu Aneh Sekali luka itu aneh sekali, dia menangis diam-diam ketika embun luruh dinihari, sebelum gema adzan. dan kemudian dia menyeka nanahnya,…

Puisi: Di Pasir Mandi Buih Pelabuan Ratu (Karya Darman Moenir)

Di Pasir Mandi Buih Pelabuan Ratu di pelabuhan ratu laut pun menderu ketika kerdip mata-Mu makin menyendu sayup-sayup aku dengar tidak ada sesuatu ap…

Puisi: Ada Jam Duduk dengan Belnya (Karya Joss Sarhadi)

Ada Jam Duduk dengan Belnya ada sebuah meja                di hari kesekian mulai di atasnya                           perbedaan kecil-kecil ada sebu…
© Sepenuhnya. All rights reserved.